GUNUNG RINJANI, PEMANDANGAN YANG SANGAT MENAKJUBKAN

Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25′ LS dan 116º28′ BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur. Secara administratif gunung ini berada dibawah tiga kabupaten yaitu: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur anda barat.

Di kaldera ini terdapat Segara Anak (segara= laut, danau) seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru, danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut “Segara Anak”. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut. Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (Gunung Baru Jari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 – 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir meletus pada tahun 2004. Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) adalah salah satu ekosistem dengan tipe hutan hujan pegunungan dan savana yang terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. TNGR ditetapkan sebagai kawasan Taman Nasional melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.280/Kpts-II/1997 dengan luas 40.000hA walaupun dilapangan luasnya lebih dari 41,000hA.

Taman Nasional Gunung Rinjani merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan pegunungan rendah hingga pegunungan tinggi dan savana di Nusa Tenggara. Potensi tumbuhan yang terdapat di Taman Nasional Gunung Rinjani antara lain jelutung (Laportea stimulans), dedurenan (Aglaia argentea), bayur (Pterospermum javanicum), beringin (Ficus benjamina), jambu-jambuan (Syzygium sp.), keruing (Dipterocarpus hasseltii), rerau (D. imbricatus), eidelweis (Anaphalis javanica), dan 2 jenis anggrek endemik yaitu Perisstylus rintjaniensis dan P. lombokensis. Selain terdapat satu jenis mamalia endemik yaitu musang rinjani (Paradoxurus hemaproditus rinjanicus), juga terdapat kijang (Muntiacus muntjak nainggolani), lutung budeng (Trachypithecus auratus kohlbruggei), trenggiling (Manis javanica), burung cikukua tanduk (Philemon buceroides neglectus), dawah hutan (Ducula lacernulata sasakensis), kepudang kuduk hitam (Oriolus chinensis broderipii), dan beberapa jenis reptilia. Pada lembah di sebelah barat Gunung Rinjani terdapat Danau Segara Anak (2.008 m. dpl) yang airnya berbau belerang, suhunya berbeda dari satu tempat ke tempat lain. Luas danau tersebut sekitar 1.100 hektar, kedalaman antara 160 – 230 meter. Di tengah-tengah danau ini muncul gunung baru vulkanik yang masih aktif dan terus berkembang.

Menurut masyarakat setempat danau “Segara Anak” memiliki misteri serta kekuatan gaib. Keyakinan masyarakat apabila Danau Segara Anak terlihat luas menandakan bahwa umur orang orang yang melihat itu masih panjang. Sebaliknya jika tampak sempit maka menandakan umur si penglihat pendek, untuk itu harus melakukan bersih diri artinya harus berjiwa tenang, bangkitkan semangat hidup, pandang kembali danau sepuas – puasnya. Biasanya pada setiap tahun masyarakat setempat mengadakan upacara adat. Sampai saat ini puncak Gunung Rinjani diyakini oleh masyarakat Lombok sebagai tempat bersemayam ratu jin, penguasa gunung Rinjani yang bernama Dewi Anjani.

Dari puncak ke arah tenggara terdapat sebuah kaldera lautan debu yang dinamakan Segara Muncar. Pada saat-saat tertentu dengan kasat mata dapat terlihat istana Ratu Jin. Pengikutnya adalah golongan jin yang baik – baik. Menurut kisah masyarakat Lombok Dewi Anjani adalah seorang putri raja yang tidak diijinkan oleh ayahnya menikah dengan kekasih pilihannya, maka ia pun menghilang di sebuah mata air yang bernama Mandala, dan akhirnya dia menjadi penguasa dunia gaib.

Sumber : http://kumpulantugassoftskill.blogspot.co.id/2014/11/artikel-tentang-gunung-rinjani.html

MERIAH, ACEH INTERNATIONAL HALAL FESTIVAL MAKIN MENDUNIA

Aceh International Halal Food Festival (AIHFF) 2017 sudah siap menerima kehadiran wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Bertempat di Taman Sari Banda Aceh, perhelatan yang juga didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu secara resmi telah dibuka oleh Walikota Banda Aceh Aminullah Usman didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Aceh, Reza Pahlevi.

Dalam acara tersebut, para pengunjung dihibur dengan penampilan tari kreasi oleh Sanggar Geunaseh, beberapa kata sambutan oleh Walikota serta Penyerahan Simbolis Sertifikat Halal kepada beberapa hotel dan industri di Aceh, Jumat (18/8).

”Selamat menikmati nikmatnya Kuliner Aceh, dan jadikan Aceh sebagai destinasi halal di dunia. Namun jangan lupa, event ini harus terus konsisten untuk terus diviralkan agar mendunia, selain itu masyarakat juga menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Ini kita lakukan dalam rangka mensukseskan Aceh sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia, karena kebersihan kita akan dilihat dunia,” kata Walikota.

Beberapa agenda menarik rencananya akan mengisi festival yang akan dilaksanakan dari tanggal 18 hibgga 20 Agustus mendatang. Agenda tersebut diantaranya yaitu Khanduri Leumang, Halal Cook Competition, Merdeka Kita Ngopi-Ngopi Bareng Dirgahayu 72 RI, Food challenge (Lomba menghias bu leukat dengan tumpoe tingkat TK/Paud).

”Dan nanti di hari terakhir rencananya akan ada  Khanduri Raya dan Pencatatan Rekor Muri untuk 1.000 pria pembawa Idang Talam, Khanduri sie reuboh dan sate matang,” ujar Reza Pahlevi.

Reza menambahkan, Festival kuliner halal yang pertama digelar di Aceh ini menyediakan tenant kuliner tradisional Aceh. Acara ini juga menghadirkan berbagai jajanan nusantara dan kuliner dari berbagai negara, seperti Malaysia, Jepang, Thailand, Turki, dan Italia.

Sebanyak 80 tenant akan mengisi acara. Termasuk didalamnya tenant dari TP PKK Aceh, IKABOGA Aceh, dan tenant dari LPPOM MPU Aceh sebagai pusat informasi sertifikasi Halal.

Selain rangkaian agenda ini juga akan ada penampilan musik dan seni di yang menghadirkan Sanggar Geunaseh, Seuramoe Reggae, HSP Accoustic, dan penampilan menghibur lainnya. Bagi yang suka dengan musik Soul dan R&B, jangan lewatkan penampilan Teddy Adhitya, musisi muda berbakat Indonesia pada Minggu malam disaat penutupan #AIHFF2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Budaya Wawan Gunawan mengucapkan selamat dan sukses untuk acara kuliner tersebut. Kata Esthy, kuliner merupakan pintu masuk wisatawan untuk menyambangi Indonesia.

”Masakan Indonesia itu juara ! Bumbunya yang sangat terasa, harumnya pun menggoda. Sudah sangat tepat Aceh mengedepankan kuliner juga untuk menarik wisatawan mancanegara,” ujar Esthy yang juga diamini Kepala Sub Bidang Spa dan Kuliner Kemenpar Suheriyah.

Kata Esthy, Indonesia memiliki jumlah berlimpah makanan otentik, dengan lebih dari 5350 resep asli tradisional yang telah menjadi warisan bangsa Indonesia. Ia mengutarakan dalam setiap piring makanan mengandung sejarah yang kaya karena Indonesia adalah tempat pertemuan antara banyak budaya kuno. Masakan Indonesia adalah salah satu masakan terbaik di dunia, dengan sangat meriah, penuh warna, dan cita rasa bumbu yang kuat.

Sebagai rumah selama lebih dari tiga ratus etnis, masakan Indonesia memiliki rentang yang sangat luas dari berbagai karakter. “Kuliner itu adalah sebagai kultur diplomasi bangsa kita,” tambah Suheriyah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, setiap negara mengedepankan kuliner sebagai pintu masuk ke negaranya, untuk memperkenalkan negaranya, meningkatkan country image negaranya, dan branding sebagai ciri khas setiap negara.

Sejauh ini, kata Menpar, ada tiga makanan khas Indonesia yang sudah menjadi country image di mata internasional yakni Nasi Goreng, Rendang dan Soto. “Semakin banyak unggulan di makanan kita, semakin banyak pintu masuk ke negara kita, semakin banyak makanan yang dikenal oleh wisatawan, country image ke negara kita semakin baik. Kita harapkan kita bisa memperkenalan Indonesia melalui kuliner kita,” kata Mantan Dirut Telkom itu. (kmb/balipost)

Agenda Aceh International Halal Food Festival 2017

Jumat, 18 Agustus 2017

20.00 WIB Opening Ceremony

21.00 WIB Khanduri Leumang

Sabtu, 19 Agustus 2017

10.00 WIB IMTGT Coffee Meeting & Business Matching (Halal Food, Certification & Halal Tourism ; Insight from Indonesia, Malaysia & Thailand)

14.00 WIB Halal Cook Competition : Lomba Memasak Halal yang diikuti oleh peserta dari IKABOGA dan PKK Aceh

20.00 WIB Merdeka Kita Ngopi – Ngopi Bareng Dirgahayu 72RI, menyediakan kopi gratis untuk pengunjung.

Minggu, 20 Agustus 2017

08.00 WIB Food challenge (Lomba menghias bu leukat dengan tumpoe tingkat TK/Paud)

10.00 WIB Khanduri Raya dan Pencatatan Rekor Muri (1000 pria pembawa idang talam)

16.00 WIB Khanduri sie reuboh & sate matang

20.00 WIB Closing Ceremony & penyerahan hadiah aneka kategori lomba

Sumber : http://www.balipost.com/news/2017/08/19/18632/Meriah,Aceh-International-Halal-Food…html

5 KEUNIKAN JEMBATAN KELOK 9 DI PAYAKUMBUH

Kelok 9  adalah jalan yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dengan Riau, tepatnya terletak di Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Koto. Dulu kelok 9 adalah salah satu jalan yang cukup menyeramkan bagi para pengendara karena bentuk jalan yang curam dan berbatasan langsung dengan jurang.

Namun kini, orang dengan sengaja lebih memilih untuk melewati kelok 9 untuk menikmati keindahan dan kemegahan arsitektur jalan lintas ini. Lantas, apa saja yang menjadi kekhasan dan keistimewaan dari kelok 9 ini? Berikut adalah keistimewaan yang dimiliki oleh Kelok 9:

  1. Merupakan Hasil Karya Anak Bangsa

Siapa sangka ternyata kemegahan dan pemandangan yang dimiliki oleh jembatan kelok 9 merupakan karya dari anak bangsa yang menggunakan konsep green construction dan yang paling membanggakan menggunakan produk-produk dalam negeri. Hal yang sangat membanggakan.

  1. Konstruksi yang unik

Para pengendara yang melewati kelok 9 dipastikan tidak akan bosan. Karena konstruksi jalan yang unik. Kelok 9 yang dulu yang berbatasan dengan jurang sekarang tidak lagi menyeramkan karena ditopang oleh 30 pilar yang kokoh dengan ketinggian 10-15 meter dan dapat menampung 14.000 kendaraan setiap harinya. Kelok 9 memiliki jembatan penghubung yang membentang meliuk-liuk dan menjadi ciri khas dari kelok 9 itu sendiri dengan panjang 2,5 KM.

  1. Menjadi salah satu tempat wisata.

Panorama yang indah yang diwarkan oleh jembatan kelok 9 tentu saja akan mengundang ketertarikan dari para pengendara yang melewatinya. Tak asing jika Kelok 9 dijadikan sebagai tempat wisata untuk sekedar beristirahat ataupun untuk berfotoria seklaigus menikmati indahnya hutan yang mengelilingi Kelok 9.

  1. Usia Kelok 9 yang jauh lebih tua dari Indonesia

Ternyata Kelok 9 memiliki usia yang lebih tua dibanding Negara ini. Kelok 9 dibangun pada masa Kolonial Belanda tahun 1910 dan kurang lebih 104 tahun jauh lebih tua dibanding dengan merdekanya negara kita yaitu tahun 1945. Namun usianya yang tua bukan berarti konstruksi bangunannya juga tua, terlihat bahwa pembangunan ulang Kelok 9 semakin memperkokoh keberedaan kelok 9 yang dimana pada tahun 2013 lalu telah diresmikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono selaku Presiden pada saat itu.

  1. Menjadi Ikon Sumatera Barat

Jika Jawa Timur memiliki Jembatan Suramadu dan Sumatera Selatan memiliki Jembatan Ampera, maka Sumatera Barat tak ingin kalah. Jembatan Kelok 9 menjadi kebanggan dan Landmark propinsi ini. Dengan adanya jembatan kelok 9, Sumatera Barat semakin dikenal dan akan menjadi salah satu destinasi wisata bagi para pelancong yang tidak ingin kehilangan sensasi menyeberangi jembatan yang dikelilingi oleh lembah dan hutan.

Bagi anda yang datang berkunjung ke Sumatera Barat tak ada salahnya datang dan merasakan sensasi perjalanan yang menyenangkan sekaligus merasakan alam dan melihat pemandangan yang indah dari atas jembatan ini.

Sumber : http://citizen6.liputan6.com/read/2140799/5-keunikan-jembatan-kelok-9-di-payakumbuh

TARI SAMAN 10001 GAYO LUES PECAHKAN REKOR MURI DAN DUNIA

Pagelaran Tari Saman Massal melibatkan 12.262 penari di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Gayo Lues pecahkan rekor dunia, Minggu (13/8).

Sebelumnya, Gayo Lues mencetak rekor Tari Saman melibatkan 5.057 penari tahun 2014.

Puluhan ribu penonton tumpah ke stadion menyaksikan sejarah kebudayaan di Indonesia itu. “Kami mencatat 12.262 penari untuk tari saman jilid II kali ini,” kata Andre Purwandono, Manager Museum Rekor Indonesia (MURI).

Disaksikan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, ia menyerahkan piagam pada Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasyim. Ia berharap seluruh masyarakat Indonesia dapat melestarikan tarian saman.

“Ini merupakan rekor dunia. Hanya Indonesia yang miliki maha karya sangat indah ini,” ujarnya.

Irwandi Yusuf, menyebutkan tarian saman spektakuler dan diakui PBB sebagai budaya dunia. “Tari saman milik dunia. Yang buat tari saman orang Gayo Lues bukan warga Aceh secara keseluruhan,” sebutnya.

Segera Tampil Di Eropa

Perhelatan ini turut dihadiri Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid. Ia mengatakan, pihak kementerian akan fasilitasi dan membantu secara keseluruhannya untuk tetap melestarikan tari saman ini

Tarian ini tidak dimiliki daerah lain di Indonesia, akan terus berkembang dan kita jaga,” sebutnya.

Dia juga menyatakan, saman akan dimasukkan dalam dunia pendidikan terkait pengembangan karakter anak. “Ini langkah kita untuk tetap melestarikan, anak-anak bisa belajar dan mendapatkan akses langsung,” sebutnya.

Menurutnya, tarian saman sudah sangat pantas tampil di panggung internasional. Bahkan pihaknya berencana mempromosikannya November mendatang di eropa. “Saya kira masyarakat Indonesia yang paham dengan budaya akan belajar dengan Gayo Lues,” sebutnya.

Ditonton 50 Ribu Orang

Ketua Panitia yang juga Sekda Gayo Lues, H Thalib menyebutkan dari hasil perkiraan jumlah penonton mencapai 50 ribu orang labih.

Menurutnya, masyarakat yang tidak mendapatkan kesempatan masuk, telah disediakan LED TV di perkarangan stadion.

Selain jumlah penonton yang diluar perkiraan awal, jumlah penari juga melebihi target yakni 10.001.

“Kita bersyukur acara bisa berjalan lancar tanpa ada kendala. Acara bisa berlangsung dengan baik semuaya, karena dukungan seluruh elemen masyarakat. Kami sebagai panitia mengucapkan terimah kasih sebesar-besarnya pada selururuh eleman masyarakat,” sebutnya

Sejarah Rumah Adat Aceh

Rumah Adat Aceh
Rumoh Aceh – Rumah Adat Aceh yang berbentuk panggung

Sejarah Rumah Adat Aceh – Kepercayaan individu atau masyarakat dan kondisi alam di mana individu atau masyarakathidup mempunyai pengaruh signifikan terhadap bentuk arsitektur bangunan, rumah, yangdibuat. Hal ini dapat dilihat pada arsitektur Rumoh Aceh, Provinsi Daerah Istimewa Aceh,Indonesia. Rumoh Aceh merupakan rumah panggung dengan tinggi tiang antara 2,50-3meter, terdiri dari tiga atau lima ruang, dengan satu ruang utama yang dinamakan rambat.Rumoh dengan tiga ruang memiliki 16 tiang, sedangkan Rumoh dengan lima ruang memiliki24 tiang.

Modifikasi dari tiga ke lima ruang atau sebaliknya bisa dilakukan dengan mudah,tinggal menambah atau menghilangkan bagian yang ada di sisi kiri atau kanan rumah. Bagianini biasa disebut sramoe likot atau serambi belakang dan sramoe reunyeun atau serambi bertangga, yaitu tempat masuk ke Rumoh yang selalu berada di sebelah timur.Pintu utama Rumoh Aceh tingginya selalu lebih rendah dari ketinggian orang dewasa.Biasanya ketinggian pintu ini hanya berukuran 120-150 cm sehingga setiap orang yangmasuk ke Rumoh Aceh harus menunduk. Namun, begitu masuk, kita akan merasakan ruangyang sangat lapang karena di dalam rumah tak ada perabot berupa kursi atau meja.

Semua orang duduk bersila di atas tikar ngom (dari bahan sejenis ilalang yang tumbuh di rawa) yangdilapisi tikar pandan. Rumoh Aceh bukan sekadar tempat hunian, tetapi merupakan ekspresi keyakinan terhadapTuhan dan adaptasi terhadap alam. Oleh karena itu, melalui Rumoh Aceh kita dapat melihat budaya, pola hidup, dan nilai-nilai yang diyakini oleh masyarakat Aceh.

Adaptasi masyarakatAceh terhadap lingkungannya dapat dilihat dari bentuk Rumah Adat Aceh yang berbentuk  panggung, tiang penyangganya ang terbuat dari kayu pilihan, dindingnya dari papan, danatapnya dari rumbia. Pemanfaatan alam juga dapat dilihat ketika mereka hendak menggabungkan bagian-bagian rumah, mereka tidak menggunakan paku tetapi menggunakan pasak atau tali pengikat dari rotan. Walaupun hanya terbuat dari kayu, beratap daun rumbia,dan tidak menggunakan paku, Rumoh Aceh bisa bertahan hingga 200 tahun.

Pengaruh keyakinan masyarakat Aceh terhadap arsitektur bangunan rumahnya dapat dilihat pada orientasi rumah yang selalu berbentuk memanjang dari timur ke barat, yaitu bagiandepan menghadap ke timur dan sisi dalam atau belakang yang sakral berada di arah barat.

Sumber : https://www.scribd.com/doc/46503628/Sejarah-Rumah-Adat-Aceh

PANTAI NIPAH, SISI LAIN KEINDAHAN PANTAI LOMBOK

Keindahan Pantai Senggigi di Lombok memang sudah mendunia. Tapi, tidak jauh dari pantai ini, ada sebuah pantai yang tidak kalah indah dari icon Lombok tersebut. Pantai Nipah sebutannya. Hamparan pasir putih dan air laut yang biru menjadi pemandangan yang akan Anda nikmati ketika berkunjung ke Pantai Nipah.

Letaknya ada di sebelah utara Lombok Barat. Dari Pantai Senggigi, perjalanan menuju Pantai Nipah memerlukan waktu selama 20 menit. Jalan aspal yang mulus dengan pemandangan bukit hijau menjadi teman setia dalam perjalanan menuju Pantai Nipah. Kontur jalan yang berbelok-belok dan naik-turun membuat perjalanan menuju pantai ini menjadi petualangan yang cukup seru.

Pantai Nipah sangat mudah untuk ditemui. Terletak di sisi jalan, keberadaannya ditandai dengan papan bertuliskan “Pantai Nipah”. Saat melihat papan penunjuk ini, arahkan kendaraan Anda untuk memasuki kawasan pantai yang sangat indah.

Memasuki kawasan pantai, Anda akan disajikan pemandangan perahu nelayan yang berderet mengisi tepian pantai. Deburan ombak dan deru angin menjadi alunan alam penyambut kedatangan.

Keindahan Pantai Nipah juga bisa dilihat dari atas. Lekukan garis pantainya yang cantik sangat cocok untuk penggemar fotografi. Dari atas sini, juga menjadi tempat yang tepat bagi Anda untuk mengabadikan kunjungan Anda dengan latar belakang keindahan Pantai Nipah

Sumber : https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/pantai-nipah-sisi-lain-keindahan-pantai-di-lombok

SUGUHAN PEMANDANGAN YANG MENAKJUBKAN DI DANAU KELIMUTU

Danau Kelimutu adalah danau kawah yang terletak di puncak Gunung Kelimutu (gunung berapi) yang terletak diPulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu. Danau ini berada di ketinggian 1.631 meter dari permukaan laut.

Kelimutu merupakan gabungan kata dari “keli” yang berarti gunung dan kata “mutu” yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna – warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.

Awal mulanya daerah ini diketemukan oleh Van Such Telen, warga negara Belanda, tahun 1915. Keindahannya dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya tahun 1929. Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu.

Kawasan Konservasi Alam Nasional

Kawasan Kelimutu telah ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak 26 Februari 1992.

Jenis hutan

  • Hutan Dipterokarp Bukit adalah kawasan hutan yang terdapat di ketinggian antara 300 – 750 meter.
  • Hutan Dipterokarp Bukit 300 – 750 meter
  • Hutan Dipterokarp Atas ketinggian 750 – 1.200 meter
  • Hutan Montane 1,200 – 1.500 meter
  • Hutan Ericaceous > 1.500 meter

Beberapa flora yang dapat ditemui di sekitar danau antara lain Kesambi (Schleichera oleosa), Cemara (Casuarina equisetifolia) dan bunga abadi Edelweiss. Sedangkan fauna yang ada di sekitar danau, antara lain Rusa (Cervus timorensis), Babi hutan (Sus sp.), Ayam hutan (Gallus gallus) dan Elang (Elanus sp.)

Danau Kelimutu yang terletak di puncak Gunung Kelimutu ini masuk dalam rangkaian Taman Nasional Kelimutu.

Danau Kelimutu mempunyai tiga kubangan raksasa. Masing-masing kubangan mempunyai warna air yang selalu berubah tiap tahunnya. Air di salah satu tiga kubangan berwarna merah dan dapat menjadi hijau tua serta merah hati; di kubangan lainnya berwarna hijau tua menjadi hijau muda; dan di kubangan ketiga berwarna coklat kehitaman menjadi biru langit.

Secara adminitratif, Danau Kelimutu berada pada 3 kecamatan, yakni Kecamatan Detsuko, Kecamatan Wolowaru dan Kecamatan Ndona, ketiganya berada di bawah naungan Kabupaten Dati II Ende, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Akses ke Kawasan ini yaitu dari ibukota Propinsi NTT, yakni Kupang, menggunakan pesawat menuju kota Ende, di Pulau Flores, dengan waktu tempuh mencapai 40 menit. kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum berupa mini bus, menuju Desa Kaonara, yang berjarak 93 km, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Dari Desa Koanara menuju Puncak Danau Kelimutu, berjalan sepanjang 2,5 km.

Sebagai salah satu objek wisata andalan, maka akomodasi di sekitar danau cukup diperhatikan. Di sekitar danau terdapat pondok jaga, shelter berteduh untuk pengunjung, MCK, kapasitas lahan parkir, serta beberapa losmen kecil.

Sumber : https://ksmtour.com/informasi/tempat-wisata/nusa-tenggara-timur/keunikan-danau-3-warna-kelimutu.html

DAHSYATNYA TSUNAMI ACEH, KUBAH MASJID 80 TON TERSERET 2,5 KM

Sepuluh tahun berlalu, kedahsyatan tsunami Aceh masih terpasak jelas di benak. Mayat-mayat bergelimpangan, bangunan rata dengan tanah, hingga kapal besar yang terdampar di pemukiman warga.

Tsunami Aceh pada  26 Desember 2004 memang menjadi bencana terbesar di abad ke-21. Jejak kedahsyatan gelombang tsunami yang menelan ratusan ribu korban jiwa itu bahkan masih bisa disaksikan hingga hari ini.

Salah satu bukti kedahsyatan itu adalah berpindahnya kubah masjid berbobot 80 ton di Desa Gurah, Peukan Bada, Aceh Besar. Kubah yang kini dikenal dengan nama Masjid Al-Tsunami ini dulunya merupakan kubah masjid Jamik di Desa Lamteungoh, Peukan Bada, Aceh Besar.

Saat gelombang tsunami menerjang Aceh 2004 lalu, seluruh bangunan masjid rusak dan hanya menyisakan kubah masjid berdiameter 4×4 meter. Kubah itu terbawa arus gelombang sejauh 2,5 kilometer dan terdampar di Desa Gurah.

Berpindahnya kubah masjid ini di luar nalar manusia. Kubah 80 ton itu terombang-ambing gelombang tsunami melewati pemukiman warga. Kejadian ini belakangan melahirkan cerita yang menyebutkan kubah diangkat oleh salah satu ulama besar Aceh bersama 3 muridnya hingga berpindah posisi.

“Dulu ada tamu yang datang ke sini, saat sampai di pintu masuk dia berhenti dan tercengang, hingga penjaga bertanya, kenapa? Lalu orang itu menjawab kubah masjid ini diangkat oleh Tengku Hamzah Fansuri, beserta tiga muridnya yang menggunakan jubah putih,” cerita Sriana, pemandu di kawasan yang kini dijadikan cagar budaya tsunami itu.

Syeikh Hamzah Al Fansuri merupakan ulama besar Aceh. Makamnya berada di Desa Ujung Panco, Peukan Bada, Aceh Besar, yang lokasinya tak jauh dari kubah masjid.

“Memang kuburan Tgk Hamzah Fansuri kan di situ, ada juga kuburan 3 muridnya. Tapi itu kan nggak bisa dibuktikan, yang pasti ini semua karena kuasa Allah,” kata Sriana, ibu rumah tangga yang menjadi pemandu wisata di lokasi tersebut sejak beberapa tahun lalu.

Sriana melanjutkan ceritanya, sebelum kubah tersebut terdampar di lokasinya saat ini, kubah Masjid Al-Tsunami itu tampak berputar–putar di sekitar Kampung Gurah.

“Kubah ini terapung sebelumnya sampai ke ujung bukit, namun pas gelombang kedua hanyut lagi ke kampung ini dan itu berputar–putar seperti mencari lokasi dudukan yang pas,” kata dia

Kubah saat ini berada di tengah sawah, di pinggiran bukit Desa Gurah. Sawah itu dulu milik warga, namun telah diwakafkan untuk dudukan kubah tersebut.

Kubah ini juga disebut sebagai kapal penyelamat. Banyak orang menyelamatkan diri dengan naik ke atas kubah saat tsunami menerjang.

Awal kubah ditemukan, warga juga menemukan beberapa kitab suci Al-Quran yang telah terendam gelombang tsunami di lokasi kubah. Saat ini Al-Quran yang telah hancur itu disatukan dalam sebuah wadah kaca.

Kubah Masjid Al-Tsunami kini menjadi salah satu destinasi wisata di Aceh. Menjelang peringatan 10 tahun tsunami, menurut Sriana, rata-rata 50 hingga 100 wisatawan mengunjungi lokasi ini setiap hari.

“Paling banyak itu wisatawan dari Malaysia, hampir 80 persen orang Malaysia. Selebihnya warga lokal, China, Amerika, Eropa,” ungkap Sriana.

Sumber : http://news.liputan6.com/read/2151749/dahsyatnya-tsunami-aceh-kubah-masjid-80-ton-terseret-25-km?p=1

MASJID BAITURRAHIM ULEE LHEUE, BANDA ACEH

Masjid Baiturrahim Ulee Lheue merupakan salah satu masjid bersejarah di kota Banda Aceh selain Masjid Raya Baiturrahman. Sama seperti Masjid Baiturrahman, Masjid Baiturrahim pun telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Aceh sejak masa kesultanan, penjajahan Belanda, Jepang, hingga era kemerdekaan dengan segala pahit manisnya sejarah. Bencara Tsunami 26 Desember 2004 mengangkat masjid Baiturrahim ke media pemberitaan dalam dan luar negeri ketika hantaman air tsunami berlalu menyisakan bekas yang luar biasa mengerikan, seluruh kota luluh lantak kecuali bangunan masjid Baiturrahim.

Selembar foto yang menunjukkan masjid ini berdiri sendirian ditengah kawasan Ulee Lehue yang luluh lantak telah menyita perhatian begitu banyak kalangan, dari yang menduga itu sebagai foto editan, hoak sampai bahkan ada yang penuh penasaran mengunjungi langsung lokasi masjid ini beberapa hari paska bencana hanya demi membuktikan kebenaran kabar tersebut. Sejarah telah mencatat bahwa Masjid Baiturrahim Ulee Lheue merupakan salah satu masjid di Aceh yang selamat dari terjangan tsunami meskipun seluruh bangunan disekitarnya hancur tak bersisa.

Lokasi Masjid Baiturrahim

Masjid Baiturrahim berdiri di Kawasan wisata pantai Cermin Ulee Lheue, sebuah kawasan pantai yang sangat indah dan penuh dengan kenangan sejarah. Ketika Belanda melakukan ekspedisi pertama ke Aceh pada tahun 1873 dilakukan melalui Pantai Cermin (Pante Ceureumen) ini, Untuk kelancaran operasi militer di Aceh, Belanda membangun dermaga di Ulee Lheue sebagai pintu gerbang ke Aceh pada tahun 1874 dan selesai pembangunannya pada tahun 1875. Untuk menghubungkan Ulee Lheue ke Banda Aceh dibangun jalan kereta api dengan stasiunnya di sekitar depan Mesjid Raya Baiturrahman sekarang.

Sumber : http://bujangmasjid.blogspot.co.id/2012/08/masjid-baiturrahim-ulee-lheue-banda-aceh.html

MENIKMATI KEINDAHAN BAWAH LAUT PANTAI IBOIH

Salah satu pantai populer yang ada di Pulau Sumatera yaitu Pantai Iboih. Pantai Iboih juga sering dikenal dengan Teupin Layeu, terletak di sebelah barat Pulau Weh, ujung barat Pulau Sumatera. Pantai di Sumatera ini menawarkan berbagai macam keindahan yang akan membuat wisatawan yang berkunjung terkesan.

Pantai Iboih sebenarnya merupakan pelabuhan yang digunakan untuk menuju ke Pulau Rubiah. Meskipun sebuah pelabuhan, namun keindahan Pantai Iboih tidak diragukan lagi. Air lautnya yang jernih dan memiliki warna gradasi hijau biru ditambah hamparan pasir putihnya yang bersih dan dikelilingi oleh hutan lindung, Iboih bagaikan “surga” tersembunyi yang memiliki nuansa tenang dan damai.

Objek Wisata

Kegiatan yang dapat dilakukan di Pantai Iboih Sumatera yaitu menyelam dan snorkeling, karena pantai ini memiliki gelombang laut yang tenang. Para wisatawan dapat menikmati keanekaragaman bawah laut dengan berbagai macam spesies ikan dan terumbu karang. Selain itu, Anda juga dapat menikmati keindahan gunung berapi yang berada di bawah permukaan laut. Bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi melihat keindahan bawah laut dan tidak membawa perlengkapan snorkeling, Anda tidak perlu khawatir, karena terdapat persewaan peralatan snorkeling maupun menyelam.

Dengan ketenangan yang dimiliki pantai Sumatera ini, Pantai Iboih sangat cocok untuk menyegarkan pikiran. Ketenangan pantai dan kecantikannya nan eksotis, menjadikan suasana pantai ini terasa tenang dan damai. Jika Anda ingin merasakan ketenangan yang lebih lama dan melihat matahari terbit maupun terbenam, Anda bersama keluarga dapat menyewa cottage yang terletak di pinggir pantai.

Lokasi

Pantai Iboih terletak di Kelurahan Iboih, Kecamatan Sukakarya, Sabang, Aceh, Pulau Sumatera.

Akses

Akses untuk mencapai Pantai Iboih, dapat dimulai dari Pelabuhan Ulee Lheue, Provinsi Aceh. Sesampainya di sana, Anda dapat menggunakan kapal ferry menuju Pelabuhan Balohan, Sabang. Sesampai di Pelabuhan Balohan, Anda bisa menggunakan transportasi umum untuk menuju ke Pantai Iboih.

Fasilitas dan Akomodasi

Beberapa fasilitas dan akomodasi yang ada di Pantai Iboih Sumatera yaitu penginapan/cottage, hotel yang terletak di Gapang, toilet, tempat ibadah, toko souvenir, tempat persewaan snorkeling dan menyelam.

Sumber : http://www.gosumatra.com/pantai-iboih-aceh/

PULAU BANYAK, PERAWAN DI BARAT INDONESIA

JIKA di timur Indonesia punya surga bernama Raja Ampat, di barat Indonesia terdapat Pulau Banyak. Gugusan pulau di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh ini bagaikan perawan karena keindahan alamnya yang masih alami, berupa pantai berpasir putih bersih, laut jernih, dan langit biru.

“Selain itu, di sini belum banyak orang sehingga sangat cocok untuk melepas penat di tengah kesibukan,” ujar Steve (40), wisatawan asal Australia ketika ditemui di salah satu resort di Pulau Bangkaru, Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, pekan lalu.

Pulau Banyak merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil. Letaknya di perairan Samudra Hindia atau sekitar 20 mil laut (37,04 kilometer) dari daratan Sumatera. Pulau ini terdiri dari 99 pulau besar dan kecil. Penghuninya sekitar 6.000 jiwa dengan pekerjaan mayoritas nelayan.

”Dari cerita Legenda Tuan Tapa yang berkembang di masyarakat setempat, konon pulau ini dahulu satu pulau besar. Namun, pulau besar itu hancur berkeping-keping karena pertarungan antara Tuan Tapa yang bertinggi sekitar 12 meter dan dua naga asal negeri Tiongkok,” ucap Mansurddin (39), seorang warga asli Pulau Balai, Pulau Banyak.

Pulau Banyak memiliki potensi wisata yang kaya. Hampir semua gugusan Pulau Banyak memiliki pantai berpasir putih bersih, seperti di Pulau Palambak. Hamparan pantai berpasir putih di Palambak terbentang lebih dari 5 kilometer. Sangat cocok untuk bermain pasir dan berjemur menikmati pancaran sinar matahari.

Di beberapa pulau pun terdapat titik untuk menyelam dan melihat pemandangan bawah laut, berupa terumbu karang dan ikan laut berwarna-warni. Salah satu titik menyelam terdapat di perairan Pulau Tailani. Bahkan, karena air lautnya jernih, pemandangan bawah laut itu bisa dinikmati dari permukaan laut tanpa harus menyelam.

Sejumlah pulau di sana juga memiliki ombak laut yang menjadi idaman peselancar. Contohnya, di Pulau Bangkaru. Di sana ombak laut bertinggi rata-rata 5-6 meter. Ombak seperti itu datang setiap satu menit sekali. Terutama saat musim angin barat antara bulan April-Agustus, banyak wisatawan mancanegara singgah untuk menikmati ombak tersebut. Di Bangkaru pula terdapat tempat konservasi penyu hijau. Pada bulan tertentu, banyak penyu hijau yang bertelur di sana.

Selain itu, di sejumlah gugusan Pulau Banyak terdapat tempat untuk melihat matahari terbit dan terbenam. Matahari yang bangun dan tertidur di sana berbentuk lingkaran penuh dengan warna kuning kemerah-merahan. Hal ini ditunjang kondisi langit yang masih bersih tanpa kontaminasi polusi udara.

Belum dikenal

Namun, wisatawan domestik ataupun mancanegara belum banyak yang mengenal Pulau Banyak. Merujuk ”Aceh dalam Angka 2013”, jumlah kunjungan tamu ke Kabupaten Aceh Singkil, termasuk Pulau Banyak, adalah domestik 172.600 orang dan mancanegara 1.886 orang pada 2012. Angka itu jauh jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan tamu ke Pulau Sabang yang relatif telah dikenal, yaitu domestik 212.165 orang dan mancanegara 4.662 orang pada 2012.

”Padahal, potensi wisata di Pulau Banyak sangat luar biasa. Bahkan, bisa lebih baik dari Pulau Sabang maupun Pulau Bali jika digarap dengan optimal,” kata Rinaldi (30), seorang fotografer dari Banda Aceh.

Kondisi demikian, karena minimnya promosi wisata yang dilakukan pemerintah daerah, terutama Pemerintah Provinsi Aceh. Bahkan, promosi wisata Pulau Banyak justru lebih gencar dilakukan agen perjalanan di Medan, Sumatera Utara.

Contohnya wisatawan asal Australia, Sean (25). Ia datang ke Pulau Banyak setelah membaca referensi yang dimuat di situs web wisata asal Sumatera Utara. ”Saya juga datang ke sini melalui Bandara Kualanamu, Medan (Sumut). Lalu, meneruskan perjalanan ke Aceh Singkil dan Pulau Banyak,” tutur dia.

Di sisi lain, akses transportasi ke kawasan Aceh Singkil, termasuk ke Pulau Banyak, masih minim. Tak banyak moda transportasi umum dari Banda Aceh ke Aceh Singkil. Cara utama untuk menuju ke Aceh Singkil adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa. Adapun waktu tempuh jalur darat dari Banda Aceh ke Aceh Singkil 12-14 jam lewat darat.

Dari Aceh Singkil ke Pulau Banyak pun hanya tersedia akses kapal feri yang tak berlayar setiap hari. Kapal feri dari Aceh Singkil ke Pulau Banyak hanya ada tiga kali seminggu, yakni pada hari Selasa, Jumat, dan Minggu.

Demikian pula dari Pulau Banyak ke Aceh Singkil hanya ada tiga kali seminggu, yakni hari Rabu, Sabtu, dan Minggu. Adapun waktu tempuh jalur laut dari Aceh Singkil ke Pulau Banyak 3-3,5 jam.

”Datang ke sini sangat melelahkan. Kalau bukan karena potensi wisata yang tinggi, mungkin tidak ada yang tertarik untuk ke Aceh Singkil, terutama Pulau Banyak,” ujar Hasbi (40), wisatawan domestik asal Banda Aceh.

Butuh pusat

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Aceh Reza Pahlevi mengatakan, Aceh Singkil merupakan kabupaten baru yang dimekarkan dari Kabupaten Aceh Selatan pada 1999. Daerah ini baru mulai melakukan pembangunan dalam sepuluh tahun terakhir. ”Infrastruktur jalan, misalnya jalan aspal dari Aceh Selatan ke Aceh Singkil, baru ada pada 2003,” ucap dia.

Menurut Reza, agar cepat berkembang di segala bidang, Aceh Singkil butuh banyak perhatian dari sejumlah instansi terkait. Apalagi pada sektor pariwisata. Pembangunan sektor wisata tidak hanya tanggung jawab dinas pariwisata. Pembangunan sektor wisata butuh kerja sama multisektor, seperti pekerjaan umum, perhubungan, dan ekonomi kreatif.

Oleh sebab itu, Disbudpar Aceh berupaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar sejumlah instansi bisa dikoordinasikan untuk mengembangkan pariwisata di Aceh Singkil, terutama Pulau Banyak.

”Di sisi lain, mengembangkan pulau terpencil seperti Pulau Banyak butuh biaya besar dan waktu yang lama. Sulit rasanya apabila hanya pemerintah daerah yang berupaya tanpa dukungan dari pusat,” kata Reza

Sumber : http://travel.kompas.com/read/2014/07/15/142200827/Pulau.Banyak.Perawan.di.Barat.Indonesia

MENGUNJUNGI DANAU TOBA PARAPAT

Danau Toba Parapat merupakan obyek wisata primadona di Provinsi Sumatera Utara. Danau vulkanik seluas 1265 kilometer persegi ini merupakan danau terluas di Indonesia dan di Asia Tenggara. Untuk menikmati panorama Danau Toba, wisatawan bisa menikmatinya dari Parapat, kota wisata yang terletak di tepi Danau Toba. Dari Parapat, wisatawan bisa menikmati berbagai aktivitas wisata air, seperti memancing, naik perahu tradisional atau perahu motor mengarungi danau, atau bermain ski air. Bagi yang ingin membeli oleh-oleh, di Parapat tersedia toko-toko yang menjual cenderamata khas suku Batak, seperti miniatur rumah adat dan kalender Batak. Bagi wisatawan yang ingin menginap, di Parapat tersedia penginapan, mulai dari hotel melati hingga hotel berbintang.

Obyek wisata utama di Danau Toba Parapat adalah Pulau Samosir. Dengan luas 630 kilometer persegi, Pulau Samosir dapat dikatakan sebagai “pulau di atas pulau” terbesar di dunia. Selain memiliki pemandangan alam yang indah, Pulau Samosir juga menyimpan kekayaan budaya berupa berbagai situs sejarah dan budaya suku Batak. Terdapat 3 tempat di Pulau Samosir yang memiliki situs sejarah dan budaya, yaitu :

Di Desa Tomok terdapat makam Raja Sidabutar,

Di Desa Ambarita terdapat situs rumah adat batak dan batu tempat praktek pengadilan

Di Desa Simanindo terdapat museum, tempat menenun ulos, serta pertunjukan Tari Tor Tor dan Boneka Sigale-gale

Untuk menyeberang ke Pulau Samosir, wisatawan bisa menggunakan ferry dari pelabuhan Ajibata menuju Pelabuhan Tuk Tuk di Pulau Samosir, dengan tarif Rp 7.000 per orang, atau menyewa perahu motor dari Parapat menuju desa-desa di Pulau Samosir.

Danau Toba Parapat dapat dicapai menggunakan bis PO Sejahtera dari Terminal Amplas Medan tujuan Parapat, dengan tarif Rp 25.000 per orang. Pilihan kedua adalah dengan kereta api ekonomi Siantar Ekpres rute Medan-Pematangsiantar dengan tarif Rp 14.000 per orang, kemudian dari Pematangsiantar menuju Parapat dilanjutkan menggunakan kendaraan umum atau mobil sewaan. Alternatif lainnya adalah menggunakan travel dari Medan tujuan Parapat dengan tarif Rp 65.000-80.000 per orang. Jika menggunakan kendaraan pribadi, bisa menggunakan rute Medan-Tebing Tinggi-Pematangsiantar-Parapat, atau menggunakan rute Medan-Brastagi-Kabanjahe-Danau Toba. Jarak antara Medan-Danau Toba kurang lebih 185 kilometer, dengan waktu tempuh kurang lebih 4-5 jam.

Sumber : http://bundadanbisnis.com/mengunjungi-danau-toba-parapat/

 

MASJID RAHMATULLAH, SAKSI KEDAHSYATAN TSUNAMI DI LAMPUUK

Tak lama melintas Gerbang ‘Kampung Turki’ Lampuuk, kita tiba di sebuah masjid megah berkubah hitam. Diresmikan untuk pertama kalinya pada 12 September 1997 oleh Gubernur Aceh saat itu Prof. Syamsudin Mahmud. Masjid ini diberi nama Rahmatullah. Dibalik kemegahannya, masjid ini menjadi saksi kedahsyatan hempasan gelombang Tsunami yang meluluhlantakkan Aceh, pada 2004 silam. Masjid Rahmatullah menjadi satu-satunya bangunan yang tersisa dari sebuah perkampungan di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Sebelum Tsunami, perkampungan ini dihuni oleh sekitar 6.000 jiwa yang umumnya berasal dari kelas menengah keatas. Masyarakat di perkampungan ini kebanyakan karyawan PT. Semen Andalas Indonesia, selain terdapat pula nelayan, petani dan berbagai latar belakang profesi lainnya.

Ketika terjadi Tsunami, seluruh bangunan hancur dan terhempas hingga ratusan meter ke arah daratan. Hanya sekitar 700 warga yang selamat, sedangkan ribuan lainnya menemui takdirnya ketika itu.

Dari semua kehancuran yang terjadi, ajaibnya Masjid Rahmatullah yang berjarak hanya sekitar 500 meter dari bibir pantai tetap berdiri dengan kokoh. Meskipun beberapa sisi bangunan masjid rusak, akan tetapi sebagian besar tetap utuh dan selamat.

Hal ini pun mengundang perhatian jurnalis dan fotografer lokal maupun internasional untuk mengabadikannya. Beberapa foto dari berbagai sudut, khususnya foto udara menunjukkan bagaimana keseluruhan kampung di sekitar masjid ini benar-benar rata dengan tanah.

Seiring datangnya bantuan dari dunia internasional, kondisi Aceh yang telah porak poranda perlahan kembali ditata. Tak terkecuali di daerah sekitar pantai Lampuuk. Masjid Rahmatullah pun mengalami renovasi dan diperbesar. Sepasang menara kembar pun ditambahkan dalam arsitektur baru masjid yang menjadikan tampilan masjid yang baru ini menjadi tambah indah.


Meskipun bangunan Masjid Rahmatullah yang baru menjadi lebih megah dari sebelumnya, Beberapa sisi masjid bagian belakang tetap dipertahankan seperti kondisi aslinya yang rusak akibat Tsunami. Hal ini dilakukan sebagai pengingat dan peringatan bagi masyarakat mengenai bahaya bencana Tsunami di masa yang akan datang.

Menyaksikan pemandangan ‘Kampung Turki’ di tengah bentangan alam Lampuuk dari puncak menaranya, membuat kita tergetar membayangkan kejadian beberapa tahun yang lalu saat ribuan jiwa yang melayang dalam tragedi Tsunami

Sumber :https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/masjid-rahmatullah-saksi-kedahsyatan-tsunami-di-lampuuk

PULAU REUSAM, PULAU SEJUTA PESONA DI GUGUSAN TELUK RIGAIH

Kabupaten Aceh Jaya dikenal memiliki 16 pulau yang berpenghuni maupun tak berpenghuni. Sebagian dari pulau tersebut masih perawan, dan sebagian lagi telah berubah menjadi destinasi wisata yang kian digemari karena pesona alamnya yang memukau. Salah satunya adalah Pulau Reusam yang kini semakin populer dikalangan wisatawan lokal hingga mancanegara akan keindahan pulau dengan pasir putihnya.

Pulau Reusam merupakan salah satu pulau dari gugusan pulau yang terletak di Teluk Rigaih. Pulau ini diperkirakan memiliki luas hingga 16 hektar. Yang menarik, pulau ini dikelilingi dengan bukit berbatu sehingga nampak indah serta eksotik. Selain itu pulau tersebut juga memiliki pantai yang landai dengan bebatuan karang yang memenuhi disekitar bibir pantai.

Tepatnya, pantai ini terletak di Kecamatan Darul Hikmah, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Banda Aceh. Untuk mencapai Pulau Reusam, wisatawan harus menempuh jarak sekitar 140 kilometer atau dengan melakukan perjalanan selama kurang lebih 2 jam dari Banda Aceh. Jika dari Banda Aceh, wisatawan harus terlebih dahulu menuju ke pelabuhan nelayan Rigaih sebelum bertolak ke pulau tersebut.

Setelah tiba di Pelabuhan Rigaih, wisatawan bisa memarkirkan kendaraan terlebih dahulu. Jangan lupa untuk membawa bekal makanan dan minuman karena masih belum ditemukan warung disekitar pulau. Wisatawan bisa menyewa kapal miliki nelayan atau speed boat untuk menuju ke pulau. Hanya dengan membayar Rp. 30.000 per orang, pengunjung akan diantar jemput oleh kapal dari pelabuhan ke Pulau Reusam.

Kapal motor ini bisa menampung hingga 8 orang sekali berangkat. Pemerintah juga telah membuka jalur kapal dari Pelabuhan Rigaih ke Pulau Reusam setiap hari selama 24 jam nonstop. Hal ini demi mendukung upaya untuk mengembangkan potensi wisata pulau yang terletak di Teluk Rigaih ini. Kedalaman air laut sekitar pulau yang cukup ideal, juga menjadi salah satu faktor pendukung untuk fasilitas transportasi dari pelabuhan Rigaih ke pulau.

Sejarah Pulau Reusam

Sebelum menjadi salah satu destinasi wisata yang tengah hits dikalangan pelancong, Pulau Reusam juga menjadi pulau yang penting bagi warga setempat. Tempat ini konon sering digunakan sebagai tempat untuk bermusyawarah warga dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.

Ketika ada seorang warga yang tengah berada dalam masalah dan ingin menyelesaikan masalah tersebut secara hukum adat, maka diadakanlah sebuah musyawarah yang harus dilakukan di pulau ini. Hal ini telah menjadi sebuah tradisi bagi masyarakat setempat, sehingga pulau ini dinamai Pulau Reusam.

Pulau ini juga menjadi tempat untuk menjalankan sebuah tradisi ketika menyambut Bulan Ramadhan. Ketika bulan puasa hampir tiba, warga setempat akan berbondong-bondong datang ke pulau untuk melakukan ritual membersihkan diri dengan mandi di pantai. Biasanya ritual ini dilakukan sehari sebelum Bulan Ramadhan. Setelah mandi membersihkan diri, acara akan dilanjutkan dengan makan bersama.

Pesona Pulau Reusam

Ketika tiba di pulau, wisatawan akan disambut dengan pantai dengan hamparan pasir putih yang sangat memukau. Disekitar pantai terdapat sebuah dermaga terbuat dari kayu, yang biasa digunakan kapal untuk bersandar. Karakteristik pantai di Pulau Reusam cukup landai dengan garis pantai mencapai 300 meter lebih.

Pasir putihnya yang sangat lembut membuat wisatawan bebas untuk bermain atau bersantai sambil menikmati udara segar serta hamparan air laut luas. Disekitar pantai Pulau Reusam, ditumbuhi berbagai pepohonan hijau sehingga menjadikan suasana yang teduh dan rindang. Wisatawan bisa berteduh dari teriknya matahari dibawah pohon.

Pantai ini diapit oleh dua buah bukit, sehingga nampak eksotis dan indah. Ketika berada dipantai, wisatawan akan merasakan sensasi berlibur dipulau pribadi karena suasana pulau yang sangat alami dan masih belum banyak wisatawan yang berkunjung di pulau ini. Berkunjung ke Pulau Reusam rasanya tak lengkap jika tak menikmati air laut dengan berenang di dekat pantai.

Air lautnya sangat jernih, dengan warna air kebiruan membuat siapa saja yang melihatnya akan tergoda untuk menceburkan diri ke air. Pantai ini memiliki kedalaman air yang cukup dangkal, namun ada pula dibeberapa titik yang cukup dalam sehingga wisatawan harus tetap berhati-hati. Didalam air laut banyak dipenuhi dengan bebatuan karang tajam, sehingga jika tidak berhati-hati wisatawan bisa tergores dengan batu karang tersebut ketika berenang.

Dermaga yang terbuat dari kayu di pantai tersebut juga sering digunakan wisatawan untuk meloncat ke dalam laut. Selain itu, dermaga ini juga menjadi salah satu spot yang paling sering digunakan untuk berfoto.  Akan tercipta sensasi yang menantang bila berlari didermaga lalu menceburkan diri ke dalam air laut yang segar.

Pulau Reusam juga menawarkan keindahan alam bawah laut yang sayang untuk dilewatkan. Terdapat beberapa titik disekitar pulau yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk diving ataupung snorkeling. Berbagai keanekaragaman biota laut seperti alga, rumput laut, terumbu karang, dan ikan dapat dijumpai disini.

Fasilitas Pulau Reusam

Sayangnya, keindahan yang ada di Pulau Reusam tak diimbangi dengan fasilitas yang tersedia di pulau ini. Fasilitas yang disediakan terbilang masih minim, namun masih bisa ditemukan fasilitas seperti kamar mandi dan mushola untuk beribadah bagi umat muslim. Selain itu, di pulau ini terdapat sebuah sumur air tawar yang bisa digunakan untuk mandi usai berenang di laut.

Dalam masalah transportasi, wisatawan bisa menggunakan perahu nelayan untuk menuju ke pulau ini. Selain itu, wisatawan juga bisa menggunakan speed boat. Di dalam pulau terdapat pondok-pondok sederhana yang terbuat dari kayu, di pondok ini wisatawan bisa beristirahat atau berganti pakaian.

Pada Pulau Reusam masih belum ditemukan warung-warung yang menjual makanan atau minuman, sehingga wisatawan harus membawa perbekalan sendiri. Namun ketika pulang dari pulau wisatawan bisa mencicpi berbagai kuliner olahan laut di beberapa warung dan restoran yang ada disekitar pelabuhan.

Dikabarkan pemerintah setempat akan merencanakan pembangunan beberapa fasilitas penunjang wisata demi memanjakan wisatawan. Potensi wisata yang dimiliki Pulau Reusam memang cukup besar dan patut untuk dikembangkan untuk menarik minat wisatawan lokal hingga domestik.

Berkunjung ke Pulau Reusam merupakan salah satu alternatif jika tengah berada di Aceh. Berikut kegiatan yang bisa dilakukan wisatawan ketika berada di pulau tersebut.

Menikmati Keindahan Pulau

Pulau Reusam memiliki panorama alam yang sungguh luar biasa indah untuk dinikmati. Kamu bisa berkeliling menyusuri pulau yang dipenuhi dengan pepohonan hijau atau menuju ke bukit yang ada dipulau. Salah satu daya tarik dari pulau ini adalah pantai dengan pasir putihnya yang sungguh mempesona.

Kamu bisa dengan leluasa bersantai di atas pasir dengan menikmati pemandangan sekitar yang masih alami. Tak lengkap jika kamu tak berenang di air laut yang jernih dan segar pada pulau ini. Pulau ini sangat cocok menjadi destinasi berliburmu ketika berada di Aceh, serta merupakan tempat ideal jika kamu ingin mengasingkan diri dari hiruk pikuk kota yang selalu ramai.

Snorkeling dan Diving

Selain keindahan alamnya, Pulau Reusam juga menawarkan keindahan bawah laut yang tak kalah mempesona. Kamu bisa menikmati keindahan bawah laut di pulau ini dengan snorkeling ataupun diving. Kamu bisa menemukan berbagai biota laut seperti terumbu karang indah, serta ikan-ikan kecil nan lucu yang berenang.

Hunting Foto dan Camping

Di pulau ini wisatawan diizinkan untuk bermalam dengan mendirikan tenda atau bercamping. Sayangnya, masih belum ditemukan persewaan tenda untuk bercamping disekitar pulau sehingga wisatawan harus membawa tenda sendiri dari rumah.

Kamu bisa menikmati keindahan malam di pinggir pantai sembari membuat api unggun dan membakar ikan sebagai santapan malam. Bernyanyi dengan bermain gitar bersama teman-teman tentu akan menjadikan pengalaman yang tak terlupakan.

Jika kamu pecinta fotografi landscape, tempat ini juga cocok sebagai tujuan hunting fotomu. Terdapat beberapa objek indah di Pulau Reusam yang bisa kamu bidik dengan kamera seperti dermaga, pantai dan bukit berbatu. Jangan lupa berselfie di dermaga karena tempat ini menjadi spot terbaik untuk berfoto.

 

Harga Tiket Masuk Pulau Reusam

Untuk memasuki Pulau Reusam wisatawan tidak dikenakan biaya sama sekali. Wisatawan hanya dikenakan biaya transportasi kapal dengan membayar Rp. 30.000 per orang.

Sumber : https://www.tempat.co.id/wisata/Pulau-Reusam?6676

SEJARAH SINGKAT TEUKU UMAR

Lahir di Meulaboh, Aceh Barat pada 1854, Teuku Umar adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. Tercatat, pria yang diyakini memiliki taktik unik melawan penjajah ini pernah memimpin perang gerilya di Aceh sejak tahun 1873 sampai 1899. Teuku Umar sendiri merupakan keturunan Minangkabau. Kakeknya, Datuk Makdum Sati, dikenal berjasa terhadap Sultan Aceh.

Teuku Umar kecil memiliki sifat pemberani. Selain itu ia juga dikenal cerdas dan pang menyerah, serta memiliki hobi berkelahi. Ketika berusia 19 tahun dan diangkat sebagai keuchik Daya Meulaboh, terjadi perang Aceh. Teuku Umar lantas bergabung bersama para pejuang di kampungnya hingga Aceh Barat.

Setahun kemudian Teuku Umar melepas masa lajangnya dengan Nyak Sofiah, anak Uleebalang Glumpang. Dan karena ingin meningkatkan derajatnya, ia kemudian menikah lagi dengan puteri Panglima Sagi XXV Mukim bernama Nyak Malighai yang membuatnya menerima gelar Teuku dan dikaruniai anak perempuan bernama Cut Gambang yang lahir di tempat pengungsian. Tak hanya sampai di situ, di tahun 1880 Teuku Umar kembali menikah. Kali ini dengan putri pamannya, janda Teuku Ibrahim Lamnga bernama Cut Nyak Dien. Keduanya lantas berjuang bersama menyerang pos-pos Belanda di Krueng.

Teuku Umar sempat berdamai dengan Belanda tahun 1883. Namun satu tahun kemudian perang kembali tersulut di antara keduanya. 9 tahun kemudian tepatnya 1893, Teuku Umar mulai menemukan cara untuk mengalahkan Belanda dari ‘dalam’. Ia lantas berpura-pura menjadi antek Belanda. Aksi ini sampai membuat Cut Nyak Dien marah besar karena bingung dan malu.

Atas jasanya menundukkan beberapa pos pertahanan di Aceh, Teuku Umar mendapat kepercayaan Belanda. Ia lalu diberi gelar Johan Pahlawan dan diberi kebebasan untuk membentuk pasukan sendiri berjumlah 250 orang tentara dengan senjata lengkap dari Belanda. Pihak Belanda tidak tahu, kalau itu hanya akal-akalan Teuku Umar semata yang telah berkolaborasi dengan para pejuang Aceh sebelumnya. Tak lama kemudian, Teuku Umar malah diberi lagi tambahan 120 prajurit dan 17 panglima termasuk Pangleot sebagai tangan kanannya.

30 Maret 1896, Teuku Umar keluar dari dinas militer Belanda. Di sinilah ia kemudian melancarkan serangan berdasarkan siasat dan strategi perang miliknya. Bersama pasukan yang sudah dilengkapi 800 pucuk senjata, 25.000 peluru, 500 kg amunisi dan uang 18 ribu dolar, Teuku Umar yang dibandu Teuku Panglima Polem Muhammad Daud dan 400 orang pengikutnya membantai Belanda. Tercatat, ada 25 orang tewas dan 190 luka-luka dari pihak Belanda.

Gubuernur Deykerhof sebagai pengganti Gubernur Ban Teijn yang telah memberi kepercayaan kepada Teuku Umar selama ini merasa sakit hati karena telah dikhianati Teuku Umar. Ia lantas memerintahkan Van Heutsz bersama pasukan besarnya untuk menangkap Teuku Umar. Serangan mendadak ke daerah Meulaboh itulah yang merenggut nyawa Teuku Umar. Ia ditembak dan gugur di medan perang, tepatnya di Kampung Mugo, pada 10 Februari 1899.

Lebih dari 70 tahun kemudian, pemerintah Indonesia menganugerahi Teuku Umar sebagai pahlawan nasional lewat SK Presiden No. 087/TK/1973 tanggal 6 November 1973. Nama pahlawan pemberani ini juga dijadikan nama jalan di kota-kota besar

Sumber : https://profil.merdeka.com/indonesia/t/teuku-umar/