Leonardo DiCaprio Liburan ke Aceh Lihat Orangutan

Aktor peraih Piala Oscar Leonardo DiCaprio secara diam-diam mengunjungi Aceh, Minggu (28/3) kemarin. Kedatangan DiCaprio tidak terendus media karena aktor kelahiran Hollywood, 41 tahun silam itu terbang langsung dari Singapura ke Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh Tenggara.

Leonardo Dicaprio Bersama Gajah Sumatera
Leonardo Dicaprio Bersama Gajah Sumatera

Seperti dikutip dari situs resmi Taman Nasional Gunung Leuser, www.gunungleuser.or.id DiCaprio bersama rekan aktor lainnya, Adrien Brody (pemeran Jack Driscoll dalam film Kingkong) serta Fisher Stevens menyaksikan secara langsung keanekaragaman hayati di Stasiun Penelitian Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.

DiCaprio sempat bertemu dengan tiga Orangutan Sumatera (Pongo abelii) dewasa di lokasi yang tidak jauh dari camp penelitian.

Aktor yang terkenal lewat film Titanic, Romeo+Juliet, dan meraih Piala Oscar lewat film Revenant itu terlihat sangat terpukau melihat keindahan hutan Taman Nasional Gunung Leuser di SP Ketambe. DiCaprio sempat mendengarkan suara rangkong serta spesies burung lainnya. Selama hampir 2 jam ia habiskan untuk menyaksikan perilaku Orangutan Sumatera (Pongo abelii), satwa liar yang 97% genetikanya mirip dengan manusia.

Leonardo Di Caprio Bermain dengan Orang Utan
Leonardo Di Caprio Bermain dengan Orang Utan

Kedatangan DiCaprio disambut antusias warga setempat. Helikopter yang membawa Leo dan tim mendarat di lapangan SMA Negeri 1 Ketambe.

Leo yang berkunjung ke Indonesia untuk melihat kemajuan program di Aceh Timur sebelumnya tidak punya rencana untuk datang ke Aceh Tenggara, namun ia ingin melihat Stasiun Penelitian Orangutan Sumatera tertua dan melihat Orangutan Sumatera secara langsung di habitatnya yang berada di Taman Nasional Gunung Leuser.

Source : Yahoo

Aceh Siap Promosikan Wisata di HUT TMII

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Aceh akan mempromosikan semua potensi wisata yang ada di 23 kabupaten/kota pada momentum ulang tahun Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Mesjid Raya Baiturrahman di Malam Hari (foto diambil dari menara mesjid)
Mesjid Raya Baiturrahman di Malam Hari (foto diambil dari menara mesjid)

“Kita akan memanfaatkan momentum ulang tahun TMII sebagai sarana promosi wisata. Insya Allah kegiatan tersebut akan kita optimalkan untuk mempromosikan wisata Aceh,” kata Kadisbudpar Aceh Reza Fahlevi.

Ia menjelaskan, pada peringatan HUT ke-41 TMII di Jakarta tanggal 17 sampai 24 April 2016 mendatang, akan ada stand pameran dari 23 kabupaten/kota di provinsi ini.

Penari-menampilkan-tari-ratoh-jaroe-di-acara-10thn-Tsunami
Penari-menampilkan-tari-ratoh-jaroe-di-acara-10thn-Tsunami

Kegiatan tersebut juga mengusung tema Aceh, sehingga para pengelola akan menggunakan motif Aceh. Selain itu akan ada tarian massal Ratoh Jaroe dengan penari sekitar 4.000 orang, ditambah parade budaya serta kuliner Aceh.

“Dengan adanya kegiatan tersebut, menjadi sebuah kesempatan bagi Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota untuk meningkatkan promosi wisata pada tahun 2016 untuk tingkat nasional,” sambungnya.

HUT TMII KE 41
HUT TMII KE 41

Stand Aceh akan menjadi tuan rumah dalam event HUT TMII yang ke 41. Setelah tahun sebelumnya tuan rumah dipercayakan kepada provinsi Jawa Barat. Gubernur Aceh berharap dengan dipilihnya Aceh sebagai tuan rumah HUT TMII yang ke 41 pada tahun ini dapat menarik lebih banyak minat investor ke Aceh dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik dari local maupun dari luar negeri ke provinsi Aceh.

Acara tahuan ini akan dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Bapak Tjahjo Kumolo dan pada acara puncak akan dihadiri oleh presiden Joko Widodo.

Baca Juga

  1. Komisi Yudisial Kunker ke Aceh
  2. Ridwan Kamil Sang Maestro Museum Tsunami Aceh
  3. Wisata Tsunami di Banda Aceh yang mengharukan
  4. Belajar Sejarah Aceh bersama Kami

Aceh Siap Menjadi Destinasi Wisata Halal Terbaik

Provinsi Aceh akan segera menjadi salah satu destinasi wisata halal di nusantara. Dan bahkan, bisa menjadi destinasi wisata halal terbaik. Untuk tahap pertama, Pemerintah Aceh siap untuk melakukan sosialisasi restaurant halal di seluruh Aceh.

Jpeg
Hal itu dikemukukakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Pahlevi MSi pada pembukaan Workshop Pengembangan Destinasi Wisata Halal yang diselenggarakan Asdep Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kementerian Pariwisata di Oasis Hotel, Banda Aceh, Kamis (25/03/2016).

Menurut Reza Pahlevi, tidak ada alasan bagi Aceh tidak menjadi Destinasi Wisata Halal.
“Sebagai daerah yang sudah memberlakukan syariat Islam, wisata Aceh, termasuk kulinernya dipastikan sudah halal. Hanya saja, pihak industri pariwisata kita yang belum merasa perlu pentingnya ada label halalnya,” kata Kadisbudpar Aceh.
“Bersama Lombok dan Padang, Jawa Barat, dan Jakarta akan maju bersama untuk menjadi destinasi wisata halal di masa mendatang,” katanya.
Khusus untuk restaurant halal, tambah Reza Pahlevi, saat ini Singapore yang bukan Negara muslim saat ini telah memiliki 2.000 restoran halal yang siap untuk menarik wisatawan muslim dunia. “Kami pikir Aceh juga siap,” kata Reza .
Workshop Pengembangan Destinasi Wisata Halal ini diikuti para pelaku, industri wisata, Pokja Wisata Halal, keuchik dan imum mukim yang wilayahnya merupakan destinasi wisata di Aceh.

Duta Wisata Aceh
Duta Wisata Aceh,t

Sumber. aceh.tribunnews.com

Malaysia Kenalkan Maskapai Berbasis Syariah

WISATA syariah terus dikuatkan oleh Malaysia, terlebih negeri Jiran ini baru saja mengenalkan maskapai terbarunya berbasis syariah.

Maskapai berbasis syariah ini adalah maskapai Rayani Air, dimana untuk terbang perdananya dengan rute Kuala Lumpur menuju Langkawi.

rayani-air-line

“Kami adalah maskapai penerbangan Malaysia pertama yang menjadi maskapai pertama berbasis syariah berdasarkan pedoman serta ajaran muslim,” ucap Direktur Perusahaan Riyani Air, Jaafar Zamhari dilansir Foxnews, Selasa (22/12/2015).

Maskapai yang diluncurkannya ini sesuai dengan pedoman Islam, dimana dalam penerbangan makanan berbasis halal. Makanan berbasis hewan harus harus disembelih sesuai dengan prosedur Islam dan tidak mengandung babi.

Selain itu, di maskapai ini tidak terdapat alkohol. Lalu, untuk awak kabin berjenis kelamin perempuan diwajibkan memakai jilbab, sedangkan untuk awak kabin yang non muslim harus berpakaian sopan.

Rayani Air Flight Attendant
Rayani Air Flight Attendant

Sebelum lepas landas pun, maka akan ada ulama atau seseorang yang lafal dalam melakukan doa secara muslim.

“Sudah ada operator yang ramah syariah beroperasi di seluruh dunia, yakni Emirates dimana maskapai ini tidak melayani produk babi pada penerbangan mereka dan Etihad memiliki doa perjalanan sebelum lepas landas. Lalu ada pula maskapai Inggris Firnas Airways berencana untuk menawarkan penerbangan yang sama tahun depan,” paparnya lagi.

Dengan diperkenalkan maskapai berbasis syariah ini, maka akan semakin memperkuat Malaysia yang memiliki populasi mayoritas Muslim cukup banyak.

Source : Okezone.com

Info Tour Aceh

  1. Pakej Tour Sejarah Islam dan Tsunami 4D3N
  2. Pakej Lawatan Islami dan Sejarah Tsunami 3D2N
  3. Gallery Tour Aceh Bersama Glory Travel

Meraih Travelling dengan Gratis

LELANG travel amal dilakukan di media sosial dengan tajuk #KartuPosAuction kembali digelar. Acara ini diadakan melalui akun Twitter @KartuPos.

Pemilik akun, Kenny Santana kembali menggelar #KartuPoAuction untuk kedua kalinya setelah sukses digelar pada Desember 2013 lalu.

Pada tahun pertamanya, lelang travel amal ini berhasil mengumpulkan dana sekira Rp45 juta dan disumbangkan ke badan amal.

Lelang travel amal ini bisa diikuti oleh umum, termasuk para traveller yang siap mendapatkan voucher-voucher menarik sekaligus berbagi lewat badan amal.

Voucher yang bisa Anda lelang di antaranya adalah voucher makan, akomodasi, sampai tiket pesawat yang disponsori oleh beberapa hotel dan agen perjalanan, hingga maskapai internasional.

mahasiswa backpacker

Founder @KartuPos, Kenny Santana menuturkan ingin memberikan kesempatan pada para traveller untuk mendapatkan liburan ke destinasi wisata sekaligus beramal.

“Dengan #KartuPosAuction ini saya ingin mengajak orang-orang yang suka travelling untuk ikut menikmati tempat-tempat atau destinasi favorit saya tapi juga sekaligus beramal. Semoga mereka yang ikut lelang juga memiliki keinginan yang sama untuk berbagi selain tentunya menikmati voucher-voucher yang dilelang itu sendiri” terang Kenny dalam pesan tertulisnya kepada Okezone, Senin 21 Desember 2015.

Lelang travel amal ini dimulai dari harga Rp50 ribu untuk semua jenis voucher. Di antara yang dilelang, Anda bisa mendapatkan voucher menginap di Villa Alila Villas Uluwatu yang bernilai USD900 atau sekira Rp12 juta dan tiket pulang pergi Jakarta – Instanbul dari Turkish Airlines. Selain itu, ada pula lelang paket wisata dan menginap di hotel-hotel mewah lainnya.

Turkish Airline
                                                                                                                 Turkish Airline

Nantinya, seluruh dana yang terkumpul dari lelang travel ini disumbangkan ke ROLE Foundation, Wahana Visi Indonesia dan YPAB Permata Hati yang semuanya fokus pada kesejahteraan dan pendidikan anak-anak kurang mampu.

Sumber : Okezone.com

Misteri Nama Sanger di Warung Kopi Aceh

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Satu racikan sedap dan sangat diminati warga di Banda Aceh adalah campuran kopi dan susu kental manis. Bedanya dengan kopi susu biasa adalah minuman ini memiliki komposisi 3 banding 1 antara kopi dan susu. Kopinya pun haruslah kopi yang disaring dengan gaya khas barista saring, bukan menggunakan mesin kopi, apalagi espresso.

Kupi "Sanger" Alias Sama Sama Ngerti
Kupi “Sanger” Alias Sama Sama Ngerti

Hampir semua warung kopi di Kota Banda Aceh menyediakan menu kopi susu ala Aceh ini, namanya “sanger”. Tetapi, nyaris tak ada pengunjung atau penikmat sanger di warung kopi yang tahu sejarah penamaan sanger untuk kopi susu dengan rasa nendang di lidah itu.

“Wah, saya tidak pernah tahu juga kenapa minuman ini dinamakan sanger, yang jelas ini sangat nikmat dan ada perbedaan yang sangat kentara begitu terasa di lidah,” jelas Auliya, penikmat kopi di Banda Aceh, Selasa (26/11/2013).

Menurut Auliya, dirinya mengenal minuman sanger sejak tahun 2008, ketika kembali ke Aceh, setelah sempat mengecap pendidikan di Ibu Kota Jakarta. “Nah, sejak itu saya kecanduan, tiada hari tanpa sanger,” ujarnya.

xbkdfFc_kedai,P20kopi,P20solong,P20aceh.jpg.pagespeed.ic.2YJpdxcCMg

Hal senada juga dikatakan Deddy. Mahasiswa yang menjadikan warung kopi sebagai tempat tongkrongan “wajib”-nya setiap hari ini menjadikan sanger sebagai minuman sore harinya. “Rasanya asyik, bisa dikonsumsi panas atau dingin,” kata Deddy.

Nurul, seorang mahasiswi di Banda Aceh, menyebutkan, sanger adalah racikan kopi yang menjadi pilihan bagi kaum hawa. “Biasanya kan kalau perempuan jarang minum kopi hitam. Nah, minum sanger ini tidak mengurangi cita rasa kopi yang ada,” jelas Nurul.

Pengusaha Coffee Café Solong Mini di kawasan Lampineung Banda Aceh, Sarbaini, mengatakan, minuman sanger mulai dikenal di warung kopi sejak tahun 1990. Berawal dari keinginan sejumlah mahasiswa yang berkantong tipis, tetapi ingin menikmati minuman bercita rasa tinggi.

Pembuat Sanger
Pembuat Sanger

“Dulu, mahasiswa kan uang jajannya tidak banyak, tapi terkadang mereka ingin menikmati kopi dengan racikan susu. Katanya buat menambah vitamin. Alhasil, mereka mulai berkompromi dengan pemilik warung, dan minta sama-sama mengerti bahwa mahasiswa tidak punya banyak uang, tapi sesekali ingin minum kopi pakai susu,” jelas Sarbaini.

Nah, ungkapan “sama-sama ngerti” yang disingkat menjadi “sanger” inilah yang kemudian dijadikan istilah oleh para mahasiswa yang nongkrong di warung kopi Jasa Ayah, Solong Ulee Kareng, untuk bisa menikmati kopi plus susu.

“Karena uangnya sedikit, makanya susunya juga tidak banyak, hanya seperdelapan ukuran gelas saja, lalu diberi kopi yang disaring. Nah, air kopi dari saringan yang ditarik tinggi oleh barista saring itulah yang menciptakan cita rasa khas dari sanger,” jelas pria yang dikenal sebelumnya juga menjadi barista saring di Warung Kopi Jasa Ayah Solong Ulee Kareeng, Banda Aceh.

Meski misteri sanger tak terungkap di ajang Festival Kopi Aceh yang baru saja usai, tetapi sanger tetap menjadi pilihan utama selain racikan-racikan kopi lainnya. Harganya pun kini tetap masih bisa dijangkau oleh para penikmat kopi, hanya Rp 8.000 per gelasnya.

Nah, jika Anda berkunjung ke Kota Banda Aceh, pastikan agenda meminum sanger menjadi salah satu agenda kuliner Anda.

Sumber : Kompas

Paket Tour Tsunami Banda Aceh

  1. Tour Tsunami Aceh 4D3N
  2. Tour Lawatan Islami Aceh 3D2N

MESJID RAYA BAITURRAHMAN BANDA ACEH

 

Berkunjung ke Aceh, Salah satu provinsi paling barat Indonesia tidak elok rasanya kalau belum mengunjungi salah satu ikon Provinsi Aceh yaitu mesjid raya baiturrahman. Mesjid ini menjadi saksi bisu dari beberapa generasi kehidupan di Aceh seperti pada jaman perang melawan kolonial belanda, konflik aceh dan terakhir mesjid ini juga menjadi saksi sejarah kedahsyatan Gelombang Tsunami yang menghantam Aceh pada 26 desember 2004.

Terletak di tengah kota mesjid raya baiturrahman memiliki daya tarik yang luar biasa. Sisi relijius dan juga histori sangat jelas terpancar dari mesjid ini. Jenderal Kohler, pemimpin pasukan Belanda di Aceh juga tewas di pekarangan mesjid raya ketika berperang melawan pejuang Aceh.

baiturrahmanmosquebandaaceh
                                                 Mesjid Raya di Zaman Kolonial

Menurut sejarah, Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H/1612 M. Mesjid raya ini memang pertama kali dibangun oleh pemerintahan Sultan Iskandar Muda, namun telah terbakar habis pada agresi tentara Belanda   kedua pada bulan shafar 1290/April 1873 M, dimana dalam peristiwa tersebut tewas Mayjen Khohler yang kemudian diabadikan tempat tertembaknya pada sebuah monument kecil dibawah pohon ketapang/geulumpang dekat pintu masuk sebelah utara mesjid.

Situs Tempat Jendral Kohler Tewas
Situs Tempat Jendral Kohler Tewas

Empat tahun setelah Masjid Raya Baiturrahman itu terbakar, pada pertengahan shafar 1294 H/Maret 1877 M, dengan mengulangi janji jenderal Van Sweiten, maka Gubernur Jenderal Van Lansberge menyatakan akan membangun kembali Masjid Raya Baiturrahman yang telah terbakar itu. Pernyataan ini diumumkan setelah diadakan permusyawaratan dengan kepala-kepala Negeri sekitar Banda Aceh. Dimana disimpulkan bahwa pengaruh Masjid sangat besar kesannya bagi rakyat Aceh yang 100% beragama Islam. Janji tersebut dilaksanakan oleh Jenderal Mayor Vander selaku Gubernur Militer Aceh pada waktu itu. Dan tepat pada hari Kamis 13 Syawal 1296 H/9 Oktober 1879 M, diletakan batu pertamanya yang diwakili oleh Tengku Qadhi Malikul Adil. Masjid Raya Baiturrahman ini siap dibangun kembali pada tahun 1299 Hijriyah bersamaan dengan kubahnya hanya sebuah saja.

Pada tahun 1935 M, Masjid Raya Baiturrahman ini diperluas bahagian kanan dan kirinya dengan tambahan dua kubah. Dan pada tahun 1975 M terjadinya perluasan kembali. Perluasan ini bertambah dua kubah lagi dan dua buah menara sebelah utara dan selatan. Dengan perluasan kedua ini Masjid Raya Baiturrahman mempunyai lima kubah dan selesai dekerjakan dalam tahun 1967 M. Dalam rangka menyambut Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional ke-XII pada tanggal 7 s/d 14 Juni 1981 di Banda Aceh, Masjid Raya diperindah dengan pelataran, pemasangan klinkers di atas jalan-jalan dalam pekarangan Masjid Raya. Perbaikan dan penambahan tempat wudhuk dari porselin dan pemasangan pintu krawang, lampu chandelier, tulisan kaligrafi ayat-ayt Al-Qur’an dari bahan kuningan, bagian kubah serta intalasi air mancur di dalam kolam halaman depan.

Dan pada tahun 1991 M, dimasa Gubernur Ibrahim Hasan terjadi perluasan kembali yang meliputi halaman depan dan belakang serta masjidnya itu sendiri. Bagian masjid yang diperluas, meliputi penambahan dua kubah, bagian lantai masjid tempat shalat, ruang perpustakaan, ruang tamu, ruang perkantoran, aula dan ruang tempat wudhuk, dan 6 lokal sekolah. Sedangkan. perluasan halaman meliputi, taman dan tempat parkir serta satu buah menara utama dan dua buah minaret.

Mesjid Raya Baiturrahman di Malam Hari (foto diambil dari menara mesjid)
Mesjid Raya Baiturrahman di Malam Hari (foto diambil dari menara mesjid)

Dilihat dari sejarah, Masjid Raya Baiturrahman ini mempunyai nilai yang tinggi bagi rakyat Aceh, karena sejak Sultan Iskandar Muda sampai sekarang masih berdiri megah di tengah jantung kota Banda Aceh. Mesjid Raya ini mempunyai berbagai fungsi selain shalat, yaitu tempat mengadakan pengajian, perhelatan acara keagamaan seperti maulid Nabi Besar Muhammad SAW, peringatan 1 Muharram, Musabaqah Tilawatil Qur’an (yang terakhir MTQ Telkom-Telkomsel Nasional dan Haflah Al Quran), tempat berteduh bagi warga kota serta para pendatang, salah satu obyek wisata Islami.

Melewati beberapa generasi dan kejadian sejarah menjadikan Mesjid Raya Baiturrahman merupakan ikon Aceh yang tak bisa dipisahkan dengan kultur dan Budaya masyarakat Aceh. Sudah menjadi ciri khas bahwa berkunjung ke Aceh wajib singgah ke Mesjid Raya Baiturrahman.

*10 Maret 2013, di Depan Menara Mesjid Raya Banda Aceh

10 Moge KTM Indonesia Touring Lintas Sumatera

BANDA ACEH – PT Moto KTM Indonesia mengadakan touring ke lintas Sumatera dalam rangka memperkenalkan KTM tipe adventure 1.190 cc yang sekarang tersedia di KTM Aceh di Jalan Sultan Iskandar Muda No 5-6, Lambung, Banda Aceh yang didirikan 1 Mei 2013. Touring yang melibatkan 10 Motor gede (Moge) KTM jenis adventure 1.190 ini diikuti para pecinta moge.

Touring KTM Indonesia 2015 ini start di Medan Sumatera Utara kemudian bertolak ke Aceh, mengelilingi Aceh dan provinsi lainnya di Pulau Sumatera.

“Dimulai start dari Medan Sumatera Utara kemudian ke Kaban Jahe, Kutacane, Gayo Lues, Takengon, selanjutnya ke Banda Aceh dan kemudian bertolak ke pantai barat selatan Aceh. Setelah itu baru ke provinsi lain di Sumatera,” ujar Pimpinan Dealer Moto KTM Center Aceh, Mahmud ST kepada Serambi, Senin (5/10).

ktm-duke-200cc

Ia menjelaskan, kelebihan KTM Adventure 1.190 cc ada di sistem ABS pada rem belakang yang bisa dinonaktifkan. Sedangkan untuk roda depan tetap aktif. “Dengan kondisi tersebut sangat memungkinkan si pengendara dapat melakukan sliding, di aspal oke, di tekstur tanah yang keras juga tidak ada masalah” kata Mahmud.

Mahmud mengatakan, pada touring tahun ini yang melintasi Pulau Sumatera diikuti oleh Jimmy Budhijanto selaku Direktur Utama PT Moto KTM Indonesia. “Momen ini kami manfaatkan untuk mempromosikan KTM Aceh, dan juga sebagai ajang uji ketangguhan KTM tipe adventure 1190 cc dengan sensasi dual purposenya,” kata Mahmud.

ktm

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat mempromosikan keberadaan KTM di Aceh. Mahmud menambahkan, saat ini KTM Aceh juga sudah menyediakan suku cadang (spare part). Ia memastikan tidak ada masalah dengan suku cadang KTM saat ini. “Insya Allah semua tipe KTM akan masuk juga ke Banda Aceh,” tutupnya.(avi)

 

Sumber : Serambi Indonesia

 

PASSPORT BY RHENALD KHASALI

Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa orang yang sudah memiliki pasport. Tidak mengherankan, ternyata hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal.

Paspor Terbaru Indonesia

Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi tugas menguruspasport. Setiap mahasiswa harus memiliki “surat ijin memasuki dunia global.”. Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua minggu kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punyapasport. Setelah itu mereka bertanya lagi, untuk apa pasport ini? Saya katakan, pergilah keluar negeri yang tak berbahasa Melayu. Tidak boleh ke Malaysia, Singapura, Timor Leste atau Brunei Darussalam. Pergilah sejauh yang mampu dan bisa dijangkau.

“Uang untuk beli tiketnya bagaimana, pak?”

Saya katakan saya tidak tahu. Dalam hidup ini, setahu saya hanya orang bodohlah yang selalu memulai pertanyaan hidup, apalagi memulai misi kehidupan dan tujuannya dari uang. Dan begitu seorang pemula bertanya uangnya dari mana, maka ia akan terbelenggu oleh constraint. Dan hampir pasti jawabannya hanyalah tidak ada uang, tidak bisa, dan tidak mungkin.

Pertanyaan seperti itu tak hanya ada di kepala mahasiswa, melainkan juga para dosen steril yang kurang jalan-jalan. Bagi mereka yang tak pernah melihat dunia, luar negeri terasa jauh, mahal, mewah, menembus batas kewajaran dan buang-buang uang. Maka tak heran banyak dosen yang takut sekolah ke luar negeri sehingga memilih kuliah di almamaternya sendiri. Padahal dunia yang terbuka bisa membukakan sejuta kesempatan untuk maju. Anda bisa mendapatkan sesuatu yang yang terbayangkan, pengetahuan, teknologi, kedewasaan, dan wisdom.

Namun beruntunglah, pertanyaan seperti itu tak pernah ada di kepala para pelancong, dan diantaranya adalah mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok backpackers. Mereka adalah pemburu tiket dan penginapan super murah, menggendong ransel butut dan bersandal jepit, yang kalau kehabisan uang bekerja di warung sebagai pencuci piring. Perilaku melancong mereka sebenarnya tak ada bedanya dengan remaja-remaja Minang, Banjar, atau Bugis, yang merantau ke PulauJawa berbekal seadanya.Ini berarti tak banyak orang yang paham bahwa bepergian keluar negeri sudah tak semenyeramkan, sejauh, bahkan semewah di masa lalu.

boarding pass

Seorang mahasiswa asal daerah yang saya dorong pergi jauh, sekarang malah rajin bepergian. Ia bergabung ke dalam kelompok PKI (Pedagang Kaki Lima Internasional) yang tugasnya memetakan pameran-pameran besar yang dikoordinasi pemerintah. Disana mereka membuka lapak, mengambil resiko, menjajakan aneka barang kerajinan, dan pulangnya mereka jalan-jalan, ikut kursus, dan membawa dolar. Saat diwisuda, ia menghampiri saya dengan menunjukkan pasportnya yang tertera stempel imigrasi dari 35 negara. Selain kaya teori, matanya tajam mengendus peluang dan rasa percaya tinggi. Saat teman-temannya yang lulus cum-laude masih mencari kerja, ia sudah menjadi eksekutif di sebuah perusahaan besar di luar negeri.

The Next Convergence

Dalam bukunya yang berjudul The Next Convergence, penerima hadiah Nobel ekonomi Michael Spence mengatakan, dunia tengah memasuki Abad Ke tiga dari Revolusi Industri. dan sejak tahun 1950, rata-rata pendapatan penduduk dunia telah meningkat dua puluh kali lipat. Maka kendati penduduk miskin masih banyak, adalah hal yang biasa kalau kita menemukan perempuan miskin-lulusan SD dari sebuah dusun di Madura bolak-balik Surabaya-Hongkong.

Cap-passport

Tetapi kita juga biasa menemukan mahasiswa yang hanya sibuk demo dan tak pernah keluar negeri sekalipun. Jangankan ke luar negeri, tahu harga tiket pesawat saja tidak, apalagi memilikipasport .Maka bagi saya, penting bagi para pendidik untuk membawa anak-anak didiknya melihat dunia. Berbekal lima ratus ribu rupiah, anak-anak SD dari Pontianak dapat diajak menumpang bis melewati perbatasan Entekong memasuki Kuching. Dalam jarak tempuh sembilan jam mereka sudah mendapatkan pelajaran PPKN yang sangat penting, yaitu pupusnya kebangsaan karena kita kurang urus daerah perbatasan. Rumah-rumah kumuh, jalan berlubang, pedagang kecil yang tak diurus Pemda, dan infrastruktur yang buruk ada di bagian sini. Sedangkan hal sebaliknya ada di sisi seberang. Anak-anak yang melihat dunia akan terbuka matanya dan memakai nuraninya saat memimpin bangsa di masa depan. Di universitas Indonesia, setiap mahasiswa saya diwajibkan memiliki pasport dan melihat minimal satu negara.

Dulu saya sendiri yang menjadi gembala sekaligus guide nya. Kami menembus Chiangmay dan menyaksikan penduduk miskin di Thailand dan Vietnam bertarung melawan arus globalisasi. Namun belakangan saya berubah pikiran, kalau diantar oleh dosennya, kapan memiliki keberanian dan inisiatif? Maka perjalanan penuh pertanyaan pun mereka jalani. Saat anak-anakIndonesia ketakutan tak bisa berbahasa Inggris, anak-anak Korea dan Jepang yang huruf tulisannya jauh lebih rumit dan pronounciation-nya sulit dimengerti menjelajahi dunia tanpa rasa takut. Uniknya, anak-anak didik saya yang sudah punyapasport itu 99% akhirnya dapat pergi keluar negeri. Sekali lagi, jangan tanya darimana uangnya. Mereka memutar otak untuk mendapatkan tiket, menabung, mencari losmen-losmen murah, menghubungi sponsor dan mengedarkan kotak sumbangan. Tentu saja, kalau kurang sedikit ya ditomboki dosennya sendiri.

mahasiswa backpacker

Namun harap dimaklumi, anak-anak didik saya yang wajahnya ndeso sekalipun kini dipasportnya tertera satu dua cap imigrasi luar negeri. Apakah mereka anak-anak orang kaya yang orangtuanya mampu membelikan mereka tiket? Tentu tidak. Di UI, sebagian mahasiswa kami adalah anak PNS, bahkan tidak jarang mereka anak petani dan nelayan. Tetapi mereka tak mau kalah dengan TKW yang meski tak sepandai mereka, kini sudah pandai berbahasa asing.

Anak-anak yang ditugaskan ke luar negeri secara mandiri ternyata memiliki daya inovasi dan inisiatif yang tumbuh. Rasa percaya diri mereka bangkit. Sekembalinya dari luar negeri mereka membawa segudang pengalaman, cerita, gambar dan foto yang ternyata sangat membentuk visi mereka.

Saya pikir ada baiknya para guru mulai membiasakan anak didiknya memiliki pasport. Pasport adalah tiket untuk melihat dunia, dan berawal dari pasport pulalah seorang santri dari Jawa Timur menjadi pengusaha di luar negeri. Di Italy saya bertemu Dewi Francesca, perempuan asal Bali yang memiliki kafe yang indah di Rocca di Papa. Dan karena pasport pulalah, Yohannes Surya mendapat bea siswa di Amerika Serikat. Ayo, jangan kalah dengan Gayus Tambunan atau Nazaruddin yang baru punyapasport dari uang negara.

Rhenald Kasali

Guru Besar Universitas Indonesia

rhenald khasali

KOMISIONER KOMISI YUDISIAL PUN KE ACEH BERSAMA GLORY TRAVEL

Pesawat Garuda Indonesia mendarat mulus di bandara Sultan Iskandar Muda tepat pukul 14.50 WIB. Ratusan penumpang keluar dari burung besi yang membawa mereka dari jakarta. Ratusan penumpang ini langsung menuju ke terminal kedatangan domestik yang berada di Sebelah kiri Banda Sultan Iskandar Muda. Dalam kerumunan penumpang terdapat 2 orang tamu GLORY TRAVEL yang berkunjung ke Aceh dalam rangka dinas. Mereka adalah Prof Eman Suparman, Komisioner Komisi Yudisial Republik Indonesia dan Bapak Iman Arif Setyawan, Protokoler Komisi Yudisial Jakarta.

Komisioner KY makan malam dengan Dekan Fakultas Hukum
Komisioner KY makan malam dengan Dekan Fakultas Hukum

            Disambut oleh Team Glory Travel Prof Eman dan Pak Iman langsung menuju ke Rumah Makan Hasan 3 di Batoh. Prof Eman Suparman ini pernah menjadi dosen sementara pada tahun 2005. Beliau diperbantukan di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala sebagai dosen tamu untuk mengatasi krisis dosen karena musibah tsunami Aceh yang membuat banyak dosen Universitas Syiah Kuala yang meninggal. Sehingga Prof Eman Suparman sangat familiar dengan beberapa menu lokal Aceh dan yang selalu dirindukan oleh Prof Eman Suparman adalah Kari Kambing, Ayam Tangkap dan Mie Razali yang selalu dikunjunginya setiap berkunjung ke Aceh.

            Setelah puas menyantap kari kambing dan menu spesial khas Warung Hasan kami langsung check in hotel di The Pade Hotel. Hotel ini termasuk salah satu hotel berkonsep nature dengan pemandangan gunung dan sawah yang sangat indah. Setelah beristirahat sejenak Prof Eman langsung mengajak untuk berburu batu Aceh. Beliau sudah mendengar akan populernya batu akik Aceh jenis Solar. Dan Team Glory Travel langsung membawa Prof Eman Suparman menuju Pameran Batu Akik di Hermes Mall. Setelah melihat lihat beberapa batu akik Prof Eman tertarik dengan 1 batu akik dari Remot Gemstone. Namun ketika ditanya harganya termurah Rp. 40.000.000 dan Prof Eman bilang “Wah itu mah kayak harga 1 empang di Kuningan”. Ternyata batu akik kualitas super ini sungguh sangat mahal harganya. Setelah berkeliling keliling Prof Eman juga sempat berbincang dengan salah satu penjual dan penjual tersebut juga memberikan tips cara memilih batu akik yang memiliki kualitas bagus.

Batu Akik Aceh
Batu Akik Aceh

            Sore hari kami pun kembali ke Hotel dan shalat magrib. Akibat kelelahan akhirnya malam hari tidak ada aktivitas lagi. Team Glory Travel masih standby di hotel sampai pukul 23.00 WIB. Ini juga sebagai bukti komitmen Glory Travel dalam memberikan pelayanan prima kepada Costumer. Artinya Glory Travel tetap akan standby sampai waktu yang telah disepakati sehingga Costumer merasa puas dengan pelayanan Glory Travel.

            Keesokan hari nya setelah sarapan pagi kami langsung menuju ke Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. Kunjungan Prof Eman dan beberapa staf yang lain ke Aceh adalah untuk Verifikasi Calon Hakim Agung yang berasal dari Aceh. Calon Hakim Agung dari Aceh adalah Dr. Mahdi Syahbandir, pembantu dekan 2 Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. Setelah verifikasi di kampus selesai Team Glory Travel dan Team Komisi Yudisial langsung menuju kediaman Pak Mahdi di punge untuk verifikasi lanjutan. Berhubung hari ini hari jumat makan pukul 11.30 verifikasi dicukupkan setelah team mendapat semua informasi yang dibutuhkan. Sebelum menuju Mesjid Raya Baiturrahman Team Glory Travel mengantarkan 2 Staff Perempuan kembali ke Hotel. Setelah itu kembali ke Mesjid Raya Baiturrahman. Sebelum Prof Eman dan Pak Heri (Ketua Bidang Pemilihan Hakim Agung) turun, Team Glory Travel langsung menyiapkan sandal jepit untuk kedua tamu tersebut. Tindakan ini sangat di apresiasi oleh Prof Eman dan Pak Heri. Beliau memuji kesigapan dan pelayanan prima Glory Travel.

Di Kediaman Bapak Mahdi Syahbandir
Di Kediaman Bapak Mahdi Syahbandir

            Selesai shalat Jumat kami langsung menuju Rumah Makan Trienggadeng. Dimana menu lokal kembali menjadi pilihan makan siang hari ini. Disini Prof Eman bertemu dengan teman lama di Universitas Diponegoro. Temu ramah membawa Prof Eman dan Pak Heri kembali menuju pasar batu akik yang dibawa oleh teman beliau sampai akhirnya Prof Eman sangat tertarik dengan Bahan batu akik jenis solar. Sore hari kami kembali ke Hotel dan istirahat. Setelah magrib, Dekan Fakultas Hukum Unsyiah menjemput Prof Eman untuk makan malam di Daus Peunayong. Mereka berdua merupakan teman sejawat ketika Prof Eman bertugas di Aceh pada tahun 2005. Lepas dari Makan Malam Prof Eman dan Pak Heri kembali ke Pasar Batu Akik. Pak Heri merupakan ahli batu sehingga mereka berdua sangat tertarik dengan batu akik Aceh. Setelah selesai membeli kami kembali ke Hotel

            Setelah Subuh kami langsung check out hotel dan langsung menuju ke Airport. Pesawat Garuda Indonesia akhirnya lepas landas tepat pukul 07.00 WIB membawa rombongan kembali ke Jakarta. Begitulah sekelumit kisah perjalanan Team Komisi Yudisial bersama GLORY TRAVEL ACEH

Author : Tour Manager Glory

Ini Dia Event Wisata Di Bulan Agustus

BANDA ACEH – Jika anda sedang berwisata atau berniat mengisi liburan di provinsi paling ujung barat Indonesia, Aceh inilah even wisata yang tak boleh dilewatkan.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh memasukkan lima paket wisata unggulan di Bulan Agustus ini dalam kalender even 2015. Apa saja? Berikut ulasannnya:

Kemah seniman

Tarian Saman Aceh
Tarian Saman Aceh

Pertemuan seniman dan seniwati Aceh dalam rangka menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya dari berbagai kota/kabupaten yang berdiam di provinsi tersebut. Even ini disertai dengan dialog budaya menuju semangat dan kebangkitan seni budaya Aceh masa kini.

Acara bertempat di Aceh Besar yang merupakan kabupaten yang menjadi pintu gerbang masuk ke ibukota provinsi, Banda Aceh. Di tanah Hamzah Fansuri yang merupakan sastrawan angkatan pujangga lama ini, para seniman menyuguhkan atraksi seni dengan ruh keacehan yang kental.

Festival musik tari remaja

Sebuah ajang pencarian bakat para remaja di bidang seni musik dan tari. Ajang ini dihelat di Banda Aceh dan diikuti oleh komunitas seni musik dan tari se-Aceh. Aceh mempunyai khazanah seni budaya tinggi terutama tarian.

Tari Saman yang kerab ditampilkan secara massal berasal dari dataran tinggi Aceh yaitu Gayo telah dinobatkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia non benda. Tari Saman atau yang dikenal dengan nama tari seribu tangan telah menghipnotis ribuan pasang mata dan mengundang decak kagum menyaksikan tarian etnik nan energik.

Pacuan kuda tradisional

Pacuan Kuda di Dataran Tinggi Gayo
Pacuan Kuda di Dataran Tinggi Gayo

Atraksi pacuan kuda tradisional ini diikuti oleh joki anak-anak. Uniknya para bocah ini tak menggunakan pelana dan alat pengaman lainnya.

Bertempat di Lapangan H M Hasan Gayo, Kabupaten Aceh Tengah olahraga tradisional yang mengakar dari tradisi budaya ini bagai magnet yang menarik pengunjung untuk mengalir kemari.

Hari milad kabupaten setempat dan HUT RI pun tak lengkap rasanya tanpa suguhan kepiawaian joki cilik menunjukkan kebolehannya menunggang kuda.

Sabang wisata rally

Bagi anda penggemar wisata otomotif, inilah saatnya. Dari pulau terluar, terpencil, dan terkecil di ujung negeri, Sabang menggelar wisata otomotif kendaraan roda empat dengan mengelilingi Kota Sabang.

Pulau Weh yang menjadi ibukota Sabang dikenal sebagai surga wisata bahari. Mutiara dari barat nusantara.

Aceh international surfing championship

Spot-Surfing-tersembunyi-di-Pulau-Banyak

Sebuah atraksi wisata air yang memiliki daya tarik tersendiri yang akan menguji adrenalin peselancar air. Atraksi wisata ini akan dilaksanakan di Sinabang, Kabupaten Simeulue.

Simeulue merupakan wilayah adminitratif yang terletak di pesisir barat selatan Aceh. Kabupaten ini berdiri di atas pulau terpisah dari daratan Sumatra.

Simeulu dikenal dengan perairannya yang mempunyai karakteristik ombak yang cocok untuk lokasi surfing. Kompetisi olahraga pantai ini akan diikuti oleh para peselancar dari dalam dan luar negeri.

Pemilihan duta wisata Aceh 2015

Duta Wisata Aceh
Duta Wisata Aceh

Layaknya sebuah kontes, pemilihan duta wisata menjadi ajang yang banyak ditunggu-tunggu. Seorang duta akan menjadi promotor dalam mempromosikan objek dan daya tarik wisata yang ada di daerahnya.

Ajang ini diikuti oleh perwakilan putra dan putri dari 23 kabupaten/kota di bawah wilayah administratif Provinsi Aceh. Pemilihan duta wisata akan menobatkan sepasang agam inong layaknya pemilihan abang none di Jakarta untuk melaju ke tingkat nasional.

Nah! Itu dia kalender even wisata Aceh sepanjang Agustus tahun ini. Datang dan saksikan sendiri.

Sumber : Serambi Indonesia

Paket Tour Aceh

1. Paket Tsunami Tour Banda Aceh 3D2N

2. Paket Tsunami Tour Banda Aceh 4D3N

Kini Firefly Terbang Setiap Hari Ke Banda Aceh

BANDA ACEH – Maskapai penerbangan Firefly makin melebarkan sayap bisnisnya. Terhitung Sabtu, 1 Agustus 2015, Firefly menambah frekuensi terbang untuk rute Banda Aceh-Penang (Malaysia) tujuh kali seminggu (setiap hari). Ini mengindikasikan, respons pasar terhadap layanan Firefly di rute Aceh-Penang mendapat respons pasar yang luar biasa.

1411492
Pesawat Firefly Rute Banda Aceh Penang

“Jadwal rutin terbang kita yang selama ini empat kali seminggu, alhamdulillah karena mendapat respons sangat baik dari penumpang, maka mulai 1 Agustus akan kami tambah frekuensi terbangnya menjadi setiap hari,” kata Marketing & Communications at Firefly Airlines, Megat Fariz, kepada Serambi, Rabu (29/7).

Megat Fariz menyebutkan, mulai 1 Agustus Firefly melayani rute Banda Aceh-Penang dan sebaliknya setiap hari dengan waktu terbang Penang-Banda Aceh pukul 11.05 waktu setempat dan Banda Aceh-Penang pukul 12.15 WIB. Sementara sebelumnya melayani terbang Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu dengan waktu terbang yang sama.

Station Manager Firefly Banda Aceh, Syahwira Danuddin menyebutkan, frekuensi terbang itu ditambah, menurutnya, karena respons penumpang menuju Penang maupun dari Penang ke Banda Aceh sekarang menunjukkan angka positif. Per hari penumpang mencapai 60 persen dari 72 seat yang disediakan oleh pesawat jenis ATR dengan nomor flight FY 3400 dan FY 3401 itu.

Dengan adanya penambahan frekuensi ini, bisa memudahkan penumpang yang ingin melanjutkan perjalanannya ke Kuala Lumpur, tersambung langsung penerbangan dari Banda Aceh-Penang-Subang Airport, Kuala Lumpur, ujar Syahwira.

Pesawat Boeing Firefly
Pesawat Boeing Firefly

Menurutnya, dengan menggunakan Firefly dari Banda Aceh-Penang-Subang Airport bisa memudahkan penumpang menuju Kuala Lumpur, karena Bandara Subang ini lebih dekat ke Kuala Lumpur daripada bandara baru.

“Penambahan frekuensi terbang Firefly juga saya kira salah satu bentuk dukungan kami kepada program-program pemerintah, terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh untuk mempromosikan Aceh dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Serambi Mekkah ini,” tandas Syahwira.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Drs Reza Fahlevi MSi kepada Serambi mengatakan, penambahan frekuensi terbang Firefly ke Banda Aceh maupun sebaliknya, sama seperti penerbangan AirAsia yang menambahkan frekuensi terbangnya ini menunjukkan bahwa minat pengunjung dari Malaysia dan juga sebaliknya sedang mengalami peningkatan.

“Sangat membantu promosi Aceh dalam mengatasi masalah akses dari dan ke Aceh, karena salah satu syarat utama destinasi wisata adalah mudahnya aksesibilitas,” kata Reza.

Ia tambahkan, upaya pemerintah untuk mendatangkan wisatawan ke Aceh salah satunya adalah dengan memperluas jaringan kerja sama dengan pelaku bisnis pariwisata datau travel-trevel yang ada di Malaysia.

“Kita juga memfasilitasi pertemuan para pelaku wisata Aceh-Malaysia, juga pernah mengikuti expo yang digelar di Malaysia. Kita juga mengundang para pelaku bisnis di Malaysia untuk melihat langsung berbagai destinasi wisata Aceh, sehingga mereka melakukan kerja sama dengan pelaku wisata di Aceh dan dengan kerja sama itu Aceh akan dipromosikan juga di Malaysia,” papar Reza.

Bila Malaysia, khususnya Penang, mempromosikan wisata kesehatannya, menurut Reza, Aceh sangat layak mempromosikan wisata heritage (kekayaan sejarah) dan wisata religi.

Lam Wah Ee salah satu Rumah Sakit Favorit dan Murah di Penang
Lam Wah Ee salah satu Rumah Sakit Favorit dan Murah di Penang

“Tentunya wisata sejarah dan religi sangat layak kita promosikan. Sekarang, wisata religi Aceh sangat diminati wisatawan asing, terutama didominasi wisatawan Malaysia,” demikian Reza Fahlevi.(avi)

Sumber : Serambi Indonesia

Menikmati Liburan di Pantai Iboih Sabang

SABANG – Aceh tidak hanya dikenal sebagai Bumi Serambi Makkah, namun juga memiliki alam yang indah. Di hari kedua Lebaran di Aceh, cobalah liburan ke Pantai Iboih di Sabang. Anda dan keluarga akan terpukau dengan kecantikannya.

Bagi masyarakat Aceh, Pulau Sabang ibaratnya Kepulauan Seribu bagi orang Jakarta. Pada hari libur lebaran seperti sekarang misalnya, banyak traveler yang pergi ke Pulau Sabang dari Banda Aceh. Salah satu tujuannya adalah Pantai Iboih yang terletak di salah satu sisi Pulau Sabang.

Pantai gapang
Pantai gapang

Berbeda dengan pantai pada umumnya di Banda Aceh dan sekitarnya, Pantai Iboih di daerah Sabang relatif lebih ramai. Anda dapat menemukan berbagai penginapan hingga rumah makan di sekitar Pantai Iboih. Tidak hanya itu, turis asing pun lebih mudah dijumpai hilir mudik di Pantai Iboih.

Adapun daya tarik utama Pantai Iboih terletak pada air lautnya yang luar biasa jernih. Cukup melihat dari pinggir pantai saja, Anda sudah dapat melihat ikan hingga dasar pantai. Ombaknya pun hampir tidak ada, sehingga sangat pas untuk berenang atau sekedar melakukan kegiatan snorkeling.

scuba-diving-05

Bagi Anda yang menggemari diving, juga bisa melakukannya di Pantai Iboih. Tidak perlu repot, sudah ada dive centre yang dapat membantu Anda untuk melihat keindahan bawah laut Sabang yang mempesona.

Jika hanya ingin sekedar bersantai, sejumlah penginapan dengan lokasi strategis menghadap laut juga akan memanjakan para traveler. Cukup loncat dari penginapan, Anda sudah bisa menikmati segarnya air laut. Lagipula harga menginap semalamnya di Iboih tidak semahal hotel berbintang di Bali.

Untuk mencapai Pantai Iboih, Anda perlu terlebih dulu mencapai Pulau Sabang dari Pelabuhan Ule Leue di Banda Aceh. Setibanya di Sabang, lanjutkan perjalanan darat sekitar setengah jam menuju Pantai Iboih. Berhubung tidak ada kendaraan umum, opsi yang tersisa hanyalah naik bentor atau menyewa kendaraan. Selamat liburan!.

spanduk glory

[]sumber: detik.com

PENGAKUAN NON MUSLIM DI ACEH : KAMI DAMAI HIDUP DALAM SYARIAT ISLAM

Banda Aceh – Umat non Islam di Aceh hidup damai dalam naungan Syari’at Islam. Meski Syari’at Islam telah belasan tahun diterapkan di Aceh, namun tidak lantas merusak kerukunan umat beragama. Pola interaksi umat Islam dengan non Muslim terjalin begitu baik dan mesra. Bahkan, umat non Islam di Aceh tidak merasa keberatan dengan penerapan syari’at Islam di Aceh.

Hal itu misalnya dikatakan Sahnan Ginting, S.Ag, Pembimas Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama Prov. Aceh. Menurut Sahnan,

IMLEK 1

“Sesuai dengan konsep ajaran Islam bahwa penerapan syari’at, menurut pemahaman kami, tidak diterapkan bagi non Muslim. Cuman kan, umat non Islam juga hendaknya bisa menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat/umat Islam di Aceh,” ujar Sahnan kepada Suara Darussalam saat dijumpai di ruang  kerjanya di Kanwil Kementerian Agama Prov. Aceh, Selasa, (9/12).

Sahnan juga mengakui, pihaknya merasa damai hidup di Aceh yang menerapkan syari’at Islam.

“Sepengatahuan kami, selama saya menjabat sebagai Pembimas Hindu selama tujuh tahun di Aceh, belum pernah kami jumpai adanya keluhan umat Hindu apabila mereka berhubungan dengan masyarakat Muslim di Aceh yang menerapkan syari’at Islam. Tidak pernah terjadi gesekan,” ujar Sahnan.

Oleh sebab itu, Sahnan juga mengakui pihaknya ingin menerapkan kerukunan umat beragama.

“Dalam agama kami sendiri, kami diajarkan untuk menghormati umat lain, sebab, bagaimana kita menghormati diri sendiri jika kita tidak menghormati orang lain, “ ujarnya lagi.

Sahnan menyebutkan, misalnya perihal berpakaian yang etis. Menurutnya, berbusana yang sopan itu dalam masing-masing agama sebenarnya sudah ada. Cuman dalam islam dijelaskan lebih terang lagi aturan berpakaian yang bernuansa syari’at, misalnya dengan menutupi bagian-bagian tubuh.

“Jadi, kami sangat memaklumi penerapan syari’at Islam di Aceh”, kata Sahnan.

HINDU

Umat Budha Nyaman Hidup dalam Syari’at Islam

Sementara itu, agamawan Budha, Wiswadas, S.Ag, M.Si, saa dijumpai Suara Darussalam memberikan pengakuan serupa. Wiswadas mengakui damai hidup di Aceh meskipun Aceh memberlakukan Syari’at Islam.

“Secara pribadi saya mendukung pelaksanaan syari’at Islam di Aceh, dalam artian pelaksanaan syaria’t Islam benar-benar dilaksanakan dengan tepat sehingga efek dari pelaksanaan syari’at islam bisa memberikan keteduhan, perlindungan dan keamanan bagi umat non Islam itu sendiri, “ ujar Wiswadas kepada Suara Darussalam, Selasa, (9/12).

Wiswadas mengakui, selama ia di Aceh, masyarakat Aceh berinteraksi secara sosial dengan baik dengan umat Non Muslim.

“Saya juga punya pengalaman, saya bisa berinteraksi dengan warga non muslim, mereka bisa berbaur dan menghargai, dalam konteks yang sifatnya umum seperti gotong royong, kunjungan orang sakit dan sebagainya. Ini suatu kebiasaan yang lazim nilai-nilai yang berlaku secara universal,” kata Wiswadas menceritakan.

Syari’at Islam yang bermuatan rahmatan lil ‘alamin dianggap Wiswadas sebagai suatu nilai yang sangat tinggi dan universal.

“Kalau syari’at Islam itu ditegakkan, maka kita tidak akan takut meninggalkan barang-barang berharga kita di depan umum. “ pungkas Wiswadas. [Zulkhairi]

SABANG, DESTINASI IMPIAN PARA PENGANTIN

LIHATLAH GERAK TANGANKU

MEMANGGIL MU

BERIRAMA PULAU

UNTUK DATANG KE PULAU

KE PULAU SUNYI

TEMPAT SAMADI

Begitulah L.K.Ara salah seorang sastrawan Aceh mengkiaskan betapa indahnya Sabang. Semenjak dulu, Sabang memang dikenal sebagai lokasi wisata yang menawan. Sehingga  banyak wisatawan baik lokal maupun asing yang berlibur kemari.

Menikmati Matahari Terbit di Pulau Weh
Menikmati Matahari Terbit di Pulau Weh

Namun, sudah menjadi rahasia umum bagi sebagian orang. Kalau Sabang juga menjadi destinasi favorit bagi pasangan pengantin baru. Kawan-kawan saya di luar daerah sering kali bertanya tentang Sabang, dan umumnya mereka yang datang adalah, pasangan pengantin baru yang ingin merasakan moment istimewanya di sini.

Sabang sendiri sebenarnya adalah nama kota yang terletak di Pulau Weh. Mungkin, karena letaknya di Pulau Weh yang merupakan pulau utama dan terbesar. Sehingga orang sering keliru menyebut Sabang sebagai pulau. Ada lima pulau besar dan kecil di Sabang. Pulau Weh adalah pulau terbesar, sementara empat pulau kecil lainnya adalah Pulau Klah, Pulau Rubiah, Pulau Seulako dan Pulau Rondo.

seaturtlepulaubanyak

Di Sabang, kita bisa merasakan paket wisata yang lengkap. Karena di tempat ini, tidak hanya menawarkan pesona garis pantainya yang indah, atau air laut yang biru. Tapi di sini, kita juga bisa merasakan suasana pegunungan dengan pepohonan yang masih alami.

Belum lagi topografi Sabang yang didominasi perbukitan, sehingga kemanapun kita pergi untuk mengeliling pulau ini. Kita akan disuguhi pemandangan yang memanjakan. Kalau kita tengah berada di puncak bukit, kita bisa menikmati pesona laut dan gugusan pulau-pulau. Tapi saat menuruni perbukitan, kita akan masuk ke rimbunan pohon yang asri atau perkampungan penduduk yang tenang.

Pantai iboih
Pantai iboih

Tentu saja, perjalanan seperti itu akan sangat berkesan kalau melewatinya bersama kekasih hati. Dengan pesona demikian, memang rasanya wajar kalau banyak pasangan pengantin ingin berlibur kemari.

Nah, ada dua cara untuk menuju Sabang. Pertama, melalui jalur laut. Yaitu dengan naik kapal cepat dari pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Tarifnya Rp. 60 ribu sekali jalan, dengan waktu tempuh 45 menit menuju pelabuhan Balohan, Sabang.  Atau, kalau kita ingin lebih menikmati pesona teluk Sabang. Kita bisa naik kapal lambat dengan tarif yang lebih murah yaitu Rp. 30 ribu sekali jalan. Dengan waktu tempuh dua jam perjalanan.

Sementara untuk cara kedua adalah melalui jalur udara. Menariknya, sekarang sudah ada penerbangan langsung Kuala Namu (Medan) – Sabang dengan meskapai Garuda Indonesia. Dengan naik pesawat, tentu saja waktu perjalanan kita lebih singkat. Sehingga kita punya cukup waktu untuk menikmati segala keindahan pulau ini.

Sesampainya di Sabang, tempat yang paling cocok untuk menginap adalah di Iboih. Karena di sini, kita bisa menikmati banyak hal. Snorkeling atau diving adalah pilihan tepat. Di sini, kita tak perlu berenang terlalu jauh untuk menikmati ikan-ikan karang yang cantik, atau terumbu karang yang masih terawat.

Pantai gapang
Pantai gapang

Karena hampir di setiap garis pantai tempat ini, menyajikan semua pesona itu dari jarak yang sangat dekat. Bahkan kalau kita hanya berjalan di tepi pantai, kita bisa menyaksikan segerombolan ikan-ikan kecil yang cantik. Namun, jika hal itu belum juga memuaskan hati. Kita bisa menyebrang ke Pulau Rubiah dengan perahu. Di pulau ini ikan-ikan karangnya lebih beragam, dan juga biota laut lainnya seperti bintang laut atau kuda laut.

Harga penginapan di Iboih pun sangat murah, sekitar Rp. 150 – 350 ribu. Kita juga masih bisa bernegosiasikan harga, untuk mendapatkan paket lengkap dengan alat-alat snorkeling/diving. Bahkan, untuk harga seperti itu, pelayanannya sudah sekelas resort hotel-hotel berbintang. Dengan penginapan-penginapan yang langsung menghadap laut.

Di Iboih kita bisa menyewa sepeda motor matic untuk keliling pulau Weh ini. Atau menuju Tugu KM 0 yang jaraknya hanya 8 KM dari Iboih. Dijamin, suasana akan lebih romantis. Karena sepanjang perjalanan menuju titik paling barat Indonesia itu, kita kembali disuguhi pesona hutan Sabang yang sejuk. Bahkan di dalam hutan ini, ada banyak spot-spot untuk berfoto yang artistik.

Penduduk Sabang juga sangat bersahabat dengan para wisatawan. Cara mereka menawarkan jasa atau penginapannya, tidak membuat kita risih. Sehingga rasanya memang benar-benar nyaman berada di pulau ini. Maka wajar, bila setiap kali orang mendengar kata Sabang, akan menimbulkan kesan tersendiri. Ada semacam daya magis yang membuat kita merasa harus mengunjungi tempat paling barat Indonesia ini.

Saat ini, Sabang memang telah menjelma menjadi objek wisata bahari paling menawan di ujung barat Indonesia. Maka datanglah kemari. Lalu saksikan sendiri betapa indahnya karunia Tuhan. Datanglah bersama kekasih hati yang telah halal, lalu rasakan sendiri momen  paling romantis dalam hidup di pulau paling menawan ini.

Penulis : Ibnu Syahri Ramadhan

Source : http://helloacehku.com/sabang-destinasi-impian-para-pengantin/